Kerawanan Pemilu Sumsel Naik Tajam, Bawaslu Ingatkan Hal Penting Ini

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) kini masuk peringkat ke-4 dalam Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 dari 28 provinsi di Indonesia yang masuk dalam kategori kerawanan sedang.
Peringkat ini naik signifikan dari sebelumnya di posisi 19, berdasarkan hasil pemetaan kerawanan yang dilakukan
Peningkatan ini didasarkan pada berbagai isu strategis yang diprediksi akan memicu kerawanan dalam proses Pemilu 2024.
Ketua Bawaslu Sumsel, Kurniawan, menegaskan pentingnya melakukan pemetaan kerawanan untuk memitigasi potensi pelanggaran di setiap tahapan Pemilu mendatang.
“Peningkatan peringkat IKP Sumsel sangat signifikan, ini menuntut kewaspadaan yang lebih tinggi. Beberapa isu strategis yang berpotensi menjadi sumber pelanggaran antara lain netralitas ASN, TNI/Polri, kode etik penyelenggara Pemilu, rekapitulasi suara, intimidasi terhadap calon kepala daerah, hingga politik uang," ujar Kurniawan,, Sabtu (21/9/2024).
Berdasarkan pemetaan, Sumsel dinyatakan rawan dalam dimensi sosial politik dan tahapan pencalonan.
Anggota Bawaslu Sumsel, Massuryati mengungkapkan bahwa pada 2024, IKP Sumsel mengalami peningkatan dengan skor 55,32, jauh lebih tinggi dibandingkan skor tahun 2022 yang hanya 35,07 poin.
Baca Juga: KPU OKI Tetapkan 577.241 DPT untuk Nyoblos Gubernur dan Bupati
“Untuk dimensi sosial politik, Sumsel berada di peringkat 8 secara nasional dengan skor 11,41. Sedangkan pada tahapan pencalonan, Sumsel ada di posisi ke-4 secara nasional dengan skor 13,12,” jelas Massuryati.
Peningkatan skor ini menunjukkan adanya potensi kerawanan yang lebih tinggi di masa Pemilu mendatang, terutama dalam proses pencalonan kepala daerah.
Selain itu, isu sosial politik juga dipandang sebagai faktor utama yang perlu diantisipasi oleh penyelenggara Pemilu di Sumsel.
Pilkada di Kabupaten Lahat dan Muba Paling Rawan
Secara lebih rinci, Bawaslu Sumsel juga menyoroti beberapa wilayah kabupaten/kota yang memiliki tingkat kerawanan tinggi. Pilkada di Kabupaten Lahat dan Musi Banyuasin (Muba) menjadi yang paling rawan, khususnya di dimensi sosial politik dan tahapan pencalonan.
“Lahat berada di kategori kerawanan tinggi pada tahapan pencalonan, sementara Muba rawan pada dimensi sosial politik,” kata Massuryati. Di samping itu, 11 kabupaten/kota lainnya berada dalam kategori kerawanan sedang, sedangkan 5 daerah lainnya memiliki kerawanan rendah.
Meskipun Sumsel tidak masuk dalam kategori rawan pada masa kampanye dan penghitungan suara, kewaspadaan tetap diperlukan. Massuryati menegaskan bahwa potensi kerawanan bisa meningkat seiring berjalannya tahapan Pemilu.
“Tidak ada jaminan bahwa kampanye dan pungut hitung akan berjalan tanpa kendala. Semua calon pasti ingin menang, sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan,” tambahnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









