Sumsel

Jelang Pencoblosan, Pj Wali Kota Palembang Imbau Warga Waspadai Hoaks dan Isu SARA

Deni Hermawan | 21 November 2024, 15:34 WIB
Jelang Pencoblosan, Pj Wali Kota Palembang Imbau Warga Waspadai Hoaks dan Isu SARA

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang penilihan kepala daerah, Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang, A. Damenta, mengingatkan warga untuk mewaspadai penyebaran berita bohong (hoaks) dan informasi yang mengandung Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Menurutnya, penyebaran hoaks dan informasi SARA berpotensi memicu ketegangan di tengah proses pemilihan.

"Penyebaran berita bohong (hoaks) dan informasi yang mengandung SARA dapat memicu ketegangan. Pentingnya cek dan ricek informasi sebelum membagikannya," ujar A. Damenta, Rabu (21/11/2024).

Ia menekankan bahwa Pemilu merupakan sarana demokratis untuk memilih pemimpin yang diharapkan bisa membawa kemajuan bagi daerah. Pemilu yang damai, menurut A. Damenta, akan menciptakan proses politik yang sehat dan menghormati perbedaan pendapat.

Baca Juga: KPU Sumsel: Hanya Pendukung Terverifikasi yang Boleh Masuk Debat Terakhir Pilgub

Momen Pemilukada kali ini, menurutnya, menjadi saat yang sangat krusial untuk menentukan arah masa depan bersama.

"Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, kita memiliki kesempatan untuk memilih pemimpin yang mampu membawa Kota Palembang menuju perkembangan dan kemakmuran. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga suasana yang damai, aman, dan penuh rasa persatuan dalam pelaksanaan Pemilukada nanti," jelasnya.

A. Damenta mengajak seluruh warga Palembang untuk berperan aktif dalam menjaga suasana kondusif dan menghindari penyebaran informasi yang tidak jelas kebenarannya.

"Saya berharap, Pemilukada mendatang dapat berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang bisa membawa Kota Palembang ke arah yang lebih baik," ungkapnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto