Sumsel Siaga Darurat Bencana: 10 Daerah Masuk Zona Merah, Waspada Cuaca Ekstrem Saat Nataru

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengimbau warga untuk terus menjalin komunikasi aktif dengan perangkat desa maupun tim tanggap bencana di wilayah masing-masing. Terutama terkait pemantauan debit air dan tanda-tanda alam yang berpotensi memicu bencana.
"Dengan adanya status siaga darurat ini, diharapkan dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalkan, serta keselamatan masyarakat di wilayah Sumsel dapat lebih terjaga," tegas Sudirman, Senin (22/12/2025).
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 10 daerah di Sumsel telah resmi menyandang status siaga darurat bencana, yakni Kabupaten OKU, Pagar Alam, Prabumulih, Musi Banyuasin (Muba), Ogan Ilir, Muratara, OKI, Lubuk Linggau, OKU Selatan, dan Banyuasin.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, Sumsel Perketat Pengawasan Destinasi Wisata Jelang Nataru
Penetapan status di sepuluh wilayah ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk lebih sigap dalam mengerahkan personel serta peralatan demi melindungi warga dari ancaman dampak cuaca ekstrem
Penetapan status ini memungkinkan pemerintah daerah untuk memaksimalkan seluruh sumber daya, baik personel maupun peralatan, guna mempercepat penanganan jika terjadi keadaan darurat.
Data BPBD menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga 17 Desember 2025, Sumatera Selatan telah dihantam sebanyak 259 kejadian bencana. Bencana banjir menjadi yang paling dominan dengan frekuensi 98 kali, disusul angin kencang (81 kali), kebakaran pemukiman (52 kali), dan tanah longsor (24 kali).
Dampak dari rentetan bencana tersebut tidaklah ringan. Tercatat sebanyak 62.800 rumah warga sempat terendam banjir, 156 bangunan rusak berat, dan ribuan hektare lahan pertanian serta perkebunan mengalami kerusakan signifikan.
Tragisnya, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan tujuh lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai insiden bencana tersebut.
Kewaspadaan ekstra perlu ditingkatkan pada periode 25 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026. Berdasarkan data BMKG Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, terbentuknya siklon tropis di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) berpotensi memicu cuaca ekstrem.
Kepala BMKG SMB II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang berpeluang besar terjadi selama pekan libur panjang tersebut.
"Kondisi ini menyebabkan munculnya potensi bencana banjir dan angin kencang. Perlu kewaspadaan bersama dari pemerintah daerah maupun masyarakat," pungkas Siswanto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Dokter Muda di Palembang Laporkan Dugaan Penganiayaan oleh Mertua, Leher Dicekik hingga HP Dibanting
- 3Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Bagaimana BLT Kesra?
- 4Hari Ini 28 Oktober 2026 Libur atau Tidak? Cek Ketentuan SKB 3 Menteri
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 6Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 7PLN Palembang Jadwalkan Pemadaman Listrik 2,5 Jam Siang Ini, Cek Lokasi Terdampaknya
- 8Link dan Panduan Cek Desil Bansos Online Oktober 2026, Cukup Pakai HP Bisa dari Mana Saja
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







