Sumsel

Didorong Sawit dan Coretax, Pendapatan Negara di Sumsel Tembus Rp13,8 Triliun hingga November

Maman Suparman | 23 Desember 2025, 21:00 WIB
Didorong Sawit dan Coretax, Pendapatan Negara di Sumsel Tembus Rp13,8 Triliun hingga November

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sumatra Selatan (Sumsel) menunjukkan tren positif hingga November 2025. Pendapatan negara di wilayah ini tercatat mencapai Rp13,84 triliun atau hampir 79 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumatra Selatan, Rahmadi Murwanto, mengatakan capaian tersebut meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, seiring menguatnya kontribusi penerimaan perpajakan.

“Realisasi pendapatan negara terus membaik hingga akhir November, terutama didorong oleh kinerja penerimaan pajak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2025).

Pajak masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara di Sumsel dengan kontribusi mencapai sekitar 79 persen.

Hingga periode tersebut, penerimaan pajak telah mencapai Rp10,93 triliun atau lebih dari 73 persen dari target tahunan, dengan pertumbuhan sebesar 9,57 persen secara tahunan.

Baca Juga: Geger, Jasad Pria Asal OKI Ditemukan Mengapung di Perairan Sungai Baung Kertapati

Rahmadi menjelaskan, pertumbuhan penerimaan pajak tidak terlepas dari optimalisasi sistem administrasi perpajakan Coretax yang mulai berdampak positif terhadap kepatuhan dan pelaporan wajib pajak.

Selain itu, setoran dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) Badan juga menunjukkan peningkatan.

“Sektor-sektor unggulan seperti perkebunan sawit, karet, dan kehutanan masih menjadi motor utama penerimaan pajak di Sumatra Selatan,” katanya.

Di luar pajak, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai mencatatkan capaian yang melampaui target. Hingga November 2025, realisasinya mencapai Rp412,39 miliar atau lebih dari dua kali lipat target awal, dengan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas ekspor, khususnya komoditas crude palm oil (CPO), serta penyesuaian harga patokan ekspor di pasar global.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) juga berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan negara di Sumsel.

PNBP tercatat mencapai Rp2,49 triliun atau telah melampaui target, didorong oleh optimalisasi pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan hasil lelang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia