Sumsel

Kongres PMII di Palembang Ricuh, Polisi Amankan Peserta yang Diduga Menjadi Provokator

Raphel Aziza | 15 Agustus 2024, 14:55 WIB
Kongres PMII di Palembang Ricuh, Polisi Amankan Peserta yang Diduga Menjadi Provokator

AKURAT.CO SUMSEL Kongres PMII ke-21 yang berlangsung di GOR Dempo, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang, Sumsel, mengalami beberapa insiden ketegangan selama dua hari berturut-turut, menandai kongres yang seharusnya berlangsung damai dengan suasana panas.

Kericuhan pertama terjadi pada Selasa malam (13/8/2024), hari kelima kongres. Ketegangan memuncak saat beberapa perwakilan PKC PMII Sulawesi Tengah cabang Buol tidak diizinkan untuk melakukan registrasi, yang memicu suasana panas di dalam ruangan.

Peristiwa ini bukan yang pertama kalinya. Pada hari kedua kongres, perwakilan Sulawesi Tengah telah terlibat adu mulut dengan divisi keamanan saat berusaha masuk untuk melakukan registrasi dan memverifikasi SK mereka.

Situasi semakin memburuk ketika terjadi aksi saling lempar kursi di dalam venue GOR Dempo. Kejadian ini membuat petugas keamanan yang berjaga di lokasi harus segera bertindak untuk mengendalikan keadaan.

Setelah ditarik paksa oleh peserta kongres yang mencoba masuk ke GOR Dempo, pagar gerbang utama bahkan hampir roboh. Akibatnya, polisi segera melakukan penghalauan dan menangkap seorang pria yang diduga melakukan pelanggaran.

Baca Juga: PT Pusri Palembang Raih Penghargaan Proklim 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

“Saya sudah tamat. Ini tentang organisasi kami Pak, mereka yang berada di dalam sana (peserta kongres) tidak tahu tentang aturan-aturan kongres,” ungkap salah pria yang diamankan petugas tersebut.

Ketika petugas mencoba mengamankan handphone milik pria tersebut, dirinya pun menolak memberikannya dengan alasan privasi.

“Saya tidak mau. Saya dilindungi undang-undang privasi Pak,” katanya kembali.

Sontak pernyataan pria tersebut, membuat Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Harryo Sugihhartono mengatakan, bahwa juga dilindungi undang-undang untuk mengamankannya selama 1x24 jam.

“Jangan coba-coba membuat kerusuhan di Kota Palembang. Selain itu, saya dilindungi oleh undang-undang untuk menjaga Anda 24 jam sehari. Bawa di kekantor,” tegas Harryo.

Ia juga menjelaskan bahwa kongres pada malam itu sebenarnya direncanakan untuk melaksanakan pleno tata tertib dalam pemilihan ketua umum PMII Pusat.

Pleno tersebut seharusnya dihadiri oleh 897 peserta, namun kehadiran peserta yang kurang dari 240 orang membuat pleno harus ditunda.

"Sekitar pukul 20.30 WIB, peserta yang hadir hanya sekitar 240 orang, yang menyebabkan pleno tidak bisa digelar tepat waktu. Ini menimbulkan ketegangan yang memicu aksi saling lempar kursi di antara peserta," ungkapnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
Reporter
Raphel Aziza
H
Editor
Hermanto