Sumsel

Hotspot di Sumsel Capai 291 Titik, Puncak Kemarau Diprediksi Juli–Agustus

Maman Suparman | 25 Juni 2025, 17:03 WIB
Hotspot di Sumsel Capai 291 Titik, Puncak Kemarau Diprediksi Juli–Agustus

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Sumatera Selatan terus mengalami peningkatan signifikan sejak memasuki musim kemarau tahun ini.

Hingga akhir Juni 2025, tercatat sebanyak 291 hotspot terpantau di wilayah Sumsel.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan lonjakan jumlah hotspot mulai terasa sejak bulan Mei lalu.

"Jumlahnya saat ini sudah mencapai 291 titik. Peningkatan terjadi pada Mei dengan 108 titik dan berlanjut pada Juni dengan 134 titik," ujarnya, Rabu (25/6/2025).

Kenaikan jumlah hotspot ini sejalan dengan datangnya musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung hingga November 2025, dengan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juli hingga Agustus.

Sebagai langkah antisipatif, Pemprov Sumsel telah menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sejak 17 Mei hingga 30 November 2025. Sejumlah kabupaten/kota yang tergolong rawan juga telah menaikkan status siaga masing-masing.

Baca Juga: Sosok Ustaz Khalid Basalamah yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2024

“Kami sudah bersiap menghadapi puncak musim kemarau dengan status siaga. Koordinasi dengan daerah rawan terus kami lakukan,” tegas Sudirman.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak mencapai 49 titik, disusul Musi Rawas dan Muara Enim masing-masing 44 titik.

Berdasarkan data BPBD Sumsel, sebaran hotspot di wilayah Sumatera Selatan selama periode Januari hingga Juni 2025 didominasi oleh Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan 49 titik, disusul Musi Rawas dan Muara Enim masing-masing 44 titik.

Selanjutnya, Kabupaten PALI mencatat 32 titik, Muratara 27 titik, Lahat 20 titik, OKI 15 titik, Prabumulih 13 titik, Ogan Ilir 12 titik, dan Banyuasin 10 titik. Sementara itu, Kota Palembang mencatat jumlah hotspot paling sedikit, yakni hanya 1 titik.

Sementara 7 kabupaten/kota lainnya mencatat jumlah hotspot di bawah 10 titik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia