Sumsel

Karhutla Sumsel Terus Meluas, Ogan Ilir Jadi Titik Panas Tertinggi, Apel Siaga Digelar Akhir Juli

Maman Suparman | 16 Juli 2025, 18:30 WIB
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Ogan Ilir Jadi Titik Panas Tertinggi, Apel Siaga Digelar Akhir Juli

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) makin nyata.

Hingga pertengahan Juli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat 33 kejadian karhutla dengan luas indikatif lahan terbakar mencapai 43,08 hektare. Angka ini melonjak dari data sebelumnya pada awal bulan yang hanya mencatat 24 kejadian.

Ogan Ilir menjadi daerah paling rentan, mencatat 26 kejadian karhutla sejak awal tahun. Kecamatan Indralaya Utara menyumbang jumlah terbanyak, yakni 11 kejadian. Sisanya tersebar di Pemulutan Barat, Pemulutan, Indralaya, Payaraman, dan beberapa kecamatan lainnya.

“Kami terus melakukan pemantauan harian di wilayah rawan dan memaksimalkan langkah mitigasi,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, Rabu (16/7/2025).

Baca Juga: Viral Video Pengeroyokan di Simpang RS Charitas Palembang, Lima Pemuda Ditangkap Polisi

Selain Ogan Ilir, kebakaran lahan juga terpantau di Musik Banyuasin (Muba) dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masing-masing dua kejadian, serta di Lahat, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Prabumulih dengan satu kejadian.

Menanggapi meningkatnya kasus karhutla, BPBD Sumsel mengusulkan perpanjangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan selama lima hari terakhir. OMC dilakukan untuk membasahi lahan gambut guna mencegah kebakaran meluas, terutama di daerah dengan potensi api bawah tanah.

Selain itu, sebagai bentuk kesiapan lintas sektor, apel siaga karhutla akan digelar pada 29 Juli 2025 mendatang.

Rencananya, kegiatan tersebut akan melibatkan instansi vertikal, TNI-Polri, BPBD kabupaten/kota, hingga perusahaan pemegang konsesi lahan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia