Sumsel

Peralihan Musim di Sumsel, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem

Deni Hermawan | 21 September 2024, 19:00 WIB
Peralihan Musim di Sumsel, BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat di Sumatera Selatan (Sumsel) tentang peralihan cuaca dari musim kemarau ke awal musim hujan.

Perubahan ini berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologis, seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, dan cuaca ekstrem.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, menjelaskan bahwa memasuki dasarian ketiga September 2024, sebagian besar wilayah Sumsel diperkirakan akan mengalami curah hujan menengah antara 50-150 mm.

Namun, ada beberapa daerah seperti Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Utara Timur, dan sebagian kecil Banyuasin yang memiliki peluang 60 persen untuk mengalami curah hujan rendah, di bawah 50 mm.

"Meski sudah mulai hujan, kondisi Sumsel masih dalam kategori curah hujan rendah, dengan hanya sebagian kecil wilayah yang mendapatkan curah hujan menengah," ungkap Wandayantolis, Sabtu (21/9/2024).

Ia menambahkan bahwa curah hujan tinggi baru tercatat di sebagian kecil wilayah Muara Enim, khususnya di Semendo Darat Laut, yang mencapai 178 mm.

Wandayantolis juga mengungkapkan bahwa kondisi hujan di Sumsel bervariasi, dengan kategori di atas normal, normal, dan di bawah normal.

Baca Juga: Peduli Sesama, Istri Ratu Dewa Bantu Teman Sekolah yang Berjuang Melawan Kanker Payudara

Ini berakibat pada Hari Tanpa Hujan (HTH) yang bervariasi, dengan kategori sangat pendek (1-5 hari), pendek (6-10 hari), dan menengah (11-20 hari). HTH terpanjang terjadi di Kayuagung, OKI, dengan 19 hari tanpa hujan.

Dari segi dinamika atmosfer, BMKG mencatat bahwa indeks IOD saat ini berada dalam posisi netral dan diprediksi akan menuju La Nina. Ini berarti potensi hujan di wilayah Sumsel akan semakin meningkat, terutama dengan adanya pembentukan awan hujan yang lebih banyak.

Wandayantolis mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem dan dampak yang mungkin timbul.

"Penting juga untuk menggunakan air dan menjaga sanitasi lingkungan selama periode peralihan musim ini," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto