Prabowo Usulkan Perubahan Sistem Pilkada, Pengamat Politik Sumsel Dukung Pilkada Lewat DPRD

AKURAT.CO SUMSEL Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pandangannya mengenai perbaikan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan menyarankan agar proses pemilihan dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) seperti yang diterapkan di negara-negara seperti Malaysia dan India. Menurutnya, sistem ini dinilai lebih efisien dalam menghemat anggaran negara.
Bagindo Togar Butar Butar, pengamat politik Sumsel menyatakan bahwa ia sangat sepakat dengan wacana pengembalian Pilkada ke sistem DPRD, yang dinilai lebih rasional dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
"Kami mendukung penuh wacana ini karena dianggap rasional, realistis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sistem Pilkada Langsung yang berlaku selama ini justru lebih menguntungkan pihak-pihak tertentu seperti para pemodal, politisi oportunis, dan penyelenggara, daripada memberikan manfaat bagi rakyat," ujar Bagindo, Sabtu (21/12/2024).
Menurut Bagindo, masyarakat sudah mulai jenuh dengan sistem Pilkada Langsung yang dinilai lebih menguntungkan segelintir pihak, sementara biaya yang dikeluarkan sangat besar. Ia menambahkan bahwa anggaran triliunan yang digunakan untuk Pilkada Serentak seharusnya bisa dialokasikan untuk keperluan pembangunan yang lebih mendesak.
Baca Juga: Pj Gubernur Sumsel Dampingi Menteri Agama Resmikan Masjid Al-Abduh di Palembang
"Anggaran yang dialokasikan untuk Pilkada Serentak seharusnya bisa digunakan untuk tujuan yang lebih produktif, seperti pembangunan. Seringkali, hasil dari Pilkada Langsung tidak memenuhi ekspektasi yang diinginkan oleh masyarakat," jelas Bagindo.
Bagindo juga mengkritik persepsi yang berkembang bahwa Pilkada langsung lebih demokratis dan sesuai dengan nilai-nilai kehidupan Indonesia. Ia berpendapat bahwa Pilkada lewat DPRD dapat lebih baik karena memiliki komunikasi yang lebih efektif dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
"Sistem Pilkada Langsung yang selama ini diterapkan, yang cenderung lebih mengarah pada kebebasan individu, ternyata tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai budaya yang ada di negara kita. Di Indonesia, terdapat kelompok-kelompok keterwakilan yang bisa berjalan lebih efektif dalam sistem yang lebih sesuai dengan kondisi sosial dan budaya kita," tambahnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









