Bahlil Targetkan Nilai Hilirisasi Indonesia Tembus Rp11.000 Triliun pada 2040

AKURAT.CO SUMSEL Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menargetkan nilai hilirisasi Indonesia mencapai USD618 miliar atau sekitar Rp11.000 triliun pada 2040.
Target tersebut akan didorong melalui pengembangan industri pengolahan di berbagai sektor, mulai dari mineral dan batu bara, minyak dan gas bumi, hingga kehutanan, perikanan, serta pertanian.
Bahlil menyampaikan target tersebut saat membuka Trade Expo Indonesia ke-41 di ICE BSD, Rabu (14/10/2026). Menurutnya, hilirisasi menjadi salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat perekonomian nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas dalam negeri.
Ia menegaskan, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Pemerintah ingin komoditas yang dihasilkan di dalam negeri terlebih dahulu diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sebelum dipasarkan.
“Indonesia ke depan tidak lagi menjadi negara yang hanya mengekspor bahan baku,” ujar Bahlil.
Menurut Bahlil, pengembangan industri hilir perlu dilakukan secara menyeluruh dengan membangun rantai produksi di dalam negeri. Dengan cara ini, manfaat ekonomi dari pengolahan sumber daya alam diharapkan dapat dinikmati lebih besar oleh Indonesia.
Baca Juga: 12 Badan Usaha Disegel akibat Karhutla di Sumsel, 44 Orang Jadi Tersangka
Bahlil mencontohkan perkembangan industri nikel sebagai gambaran potensi hilirisasi.
Setelah pemerintah menghentikan ekspor bijih nikel dan mendorong pembangunan fasilitas pengolahan serta pemurnian, nilai ekspor komoditas tersebut mengalami peningkatan.
Ia menyebut nilai ekspor nikel Indonesia pada 2017–2018 masih berada di kisaran USD3,3 miliar. Angka itu kemudian meningkat menjadi USD34 miliar pada 2023, seiring pengembangan industri pengolahan dan ekosistem baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.
Tren tersebut berlanjut pada 2025, ketika nilai ekspor nikel disebut telah melampaui USD40 miliar.
Untuk 2026, Bahlil menargetkan nilai ekspor nikel Indonesia mencapai sedikitnya USD45 miliar.
“Dan di tahun 2025 sudah lebih di angka USD40 miliar. Dan di tahun 2026 saya targetkan minimal di angka USD45 miliar,” kata Bahlil.
Pemerintah berharap keberhasilan pengembangan industri nikel dapat menjadi salah satu contoh bagi sektor lain dalam menjalankan agenda hilirisasi.
Baca Juga: Lahan Terbakar 120 Hektare di Banyuasin Disegel, PT SIP Disorot
Dengan memperluas pengolahan berbagai komoditas di dalam negeri, target hilirisasi senilai USD618 miliar pada 2040 diharapkan dapat tercapai sekaligus memperkuat struktur industri nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 5Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 6Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 8Akan Ada Gerhana Matahari Terlama pada 2027, Catat Tanggal dan Jalur Lintasannya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu




