Sumsel

Lahan Terbakar 120 Hektare di Banyuasin Disegel, PT SIP Disorot

Kurnia | 14 Oktober 2026, 16:51 WIB
Lahan Terbakar 120 Hektare di Banyuasin Disegel, PT SIP Disorot
Lahan Terbakar 120 Hektare di Banyuasin PT SIP Disegel, Perusahaan Perkebunan Disorot

AKURAT.CO SUMSEL Tim gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyegel lahan seluas sekitar 120 hektare yang terbakar di Desa Sungai Rengit dan Sungai Rengit Murni, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Lahan tersebut berada di samping perkebunan PT Swadaya Indopalma (SIP).

Penyegelan ini menjadi sorotan karena kebakaran terjadi di sekitar kawasan perkebunan perusahaan. Selain menelusuri penyebab kebakaran, tim gabungan juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun pelanggaran dalam pengelolaan lahan tersebut.

Komandan Korem (Danrem) 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud menduga kebakaran lahan itu terjadi akibat pembakaran atau lahan yang sengaja dibiarkan terbakar. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan penyelidikan oleh instansi terkait.

Usai penyegelan, Khabib menyoroti kesiapan perusahaan perkebunan dalam mencegah dan menangani karhutla. Menurutnya, perusahaan tidak cukup hanya mengandalkan petugas gabungan ketika kebakaran terjadi, terlebih jika api berada di sekitar wilayah operasionalnya.

Baca Juga: Dituduh Memalak Kendaraan, Jukir di Palembang Diduga Dikeroyok hingga Tangan Patah

“Lahan seluas 120 hektare ini kita segel karena diduga akibat dibakar atau sengaja dibiarkan terbakar. Ini perlu ditelusuri lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya dan siapa yang harus bertanggung jawab,” kata Khabib Mahfud.

Khabib menyebut PT SIP memiliki lahan perkebunan sekitar 6.000 hektare. Dengan luasan tersebut, perusahaan dinilai semestinya memiliki personel dan peralatan pemadam kebakaran yang memadai untuk mengantisipasi munculnya titik api maupun mencegah kebakaran meluas.

Ia bahkan menyoroti kebutuhan sedikitnya tiga regu pemadam kebakaran yang dilengkapi peralatan pendukung untuk menangani kebakaran di area perkebunan tersebut.

“Kalau perusahaan memiliki lahan sekitar 6.000 hektare, seharusnya memiliki tiga regu pemadam kebakaran yang dilengkapi peralatan. Tanggung jawab terhadap pencegahan dan penanganan kebakaran di wilayah perusahaan harus benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Tak hanya soal kesiapan personel, Khabib juga menyayangkan dugaan tidak adanya bantuan pemadaman dari pihak perusahaan ketika kebakaran terjadi di lahan yang berdekatan dengan perkebunannya.

Padahal, keterlibatan perusahaan dinilai penting untuk mempercepat penanganan api dan mencegah kebakaran merembet ke area lain. Terlebih, kebakaran dengan luasan mencapai sekitar 120 hektare membutuhkan penanganan serius agar tidak semakin meluas.

Penyegelan lahan tersebut kini menjadi bagian dari proses penelusuran lebih lanjut. Penyebab pasti kebakaran, pihak yang bertanggung jawab, serta ada atau tidaknya pelanggaran masih menunggu hasil pemeriksaan instansi berwenang.

Hingga informasi ini disusun, belum ada keterangan mengenai tanggapan pihak PT Swadaya Indopalma atas penyegelan lahan dan sorotan terhadap kesiapan penanganan karhutla tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia