Sumsel

DKPP Sumsel Ungkap Penyebab Matinya Ribuan Ayam di Sungai Musi Rawas

Deni Hermawan | 30 Maret 2024, 14:00 WIB
DKPP Sumsel Ungkap Penyebab Matinya Ribuan Ayam di Sungai Musi Rawas

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel yang baru saja mendapatkan laporan adanya ribuan ayam mati mengapung di Sungai Musi Rawas. Matinya ribuan ayam tersebut diduga oleh karena adanya pemadaman listrik.

"Info yang mati ada 7000 ekor. Indikasi keterangan yang didapat karena adanya pemadaman listrik," ujar Kepala DKPP Sumsel, Ruzuan Effendi, Sabtu (30/3/2024).

Menurutnya, bangkai yang ditemukan tersebar di bagian hulu dan hilir Sungai di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Muara Lakitan, dan sudah mengapung selama 2 hari sejak Kamis (28/2/2024).

"Dari keterangan sudah dua hari di sungai, untuk laporan lengkapnya nanti disusulkan," ungkapnya.

Lanjutnya, Pemilik peternakan ayam diduga menggunakan pola ternak close house yang bergantung pada blower listrik untuk sirkulasi udara di dalam kandang.

"Dugannya bahwa peternak ayam menggunakan pola ternak yang tertutup, yang membuat peternak sangat bergantung pada blower listrik untuk menyalakannya," ungkapnya.

Baca Juga: Mengenal Makam Sabokingking di kota Palembang

Meskipun belum pasti apakah peternakan tersebut dilengkapi dengan genset atau tidak sebagai antisipasi pemadaman listrik, Ruzuan menegaskan bahwa dalam kondisi seperti ini seharusnya pengusaha memiliki genset.

"Usaha ini sangat tergantung blower. Kita belum tahu pasti kendala merekanya, tapi seharusnya mereka punya genset," jelasnya.

Tambahnya, proses menentukan tindakan selanjutnya masih dilakukan oleh pihak-pihak yang terlibat di wilayah tersebut. Tidak jelas apakah ayam-ayam tersebut akan dingkat dan dikuburkan di tanah atau ada tindakan tambahan lainnya akan dilakukan.

"Ini ranahnya mereka yang ada di daerah, saya belum tahu mau diapakan. Di lokasi sudah ado polisi, pihak Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Peternakan dna lain-lain," tukasnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto