Sumsel

Mengenal Makam Sabokingking di kota Palembang

Deni Hermawan | 30 Maret 2024, 13:00 WIB
Mengenal Makam Sabokingking di kota Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Makan Sabokingking adalah makan kerajaan, istilah sabokingking berasal dari bahasa Sansakerta. Sabokingking dipimpin oleh Pangeran Sido Ing Kenayan yang berasal dari daerah jawab dan istrinya yang bernama Ratu Sihunun.

Terletak di daerah Jl. Sabokingking, Kelurahan sungai buah, kecamatan ilir timur 1, Kota palembang yang biasa di sebut daerah Palembang Lamo.

Makan Sabokingking merupakan makan para raja Palembang , termasuk Pangeran Sido Ing Kenayan yang bergelar Pangeran Ratu Jamaludin Anangkurat IV, beserta istrinya Ratu Sinuhun.

Baca Juga: Sejarah Songket Palembang, Budaya Warisan Kerajaan Sriwijaya

Dilansir dari berbagai sumber, menurut catatan garis keturunan, Sido Ing Kenayan adalah cucu dari Kyai Geding Suro Mudo (II), anak Kimas Dipati, dan naik tahta pada tahun 1629 M. Ratu Sinuhun, permaisurinya, adalah sepupunya sendiri dan keturunan dari Kyai Gede Ing Suro Tuo (I), yang berasal dari garis keturunan raja-raja Jawa. Ratu Sinuhun merupakan tempat persilangan keturunan antara Maulana Malik Ibrahim dan Sri Kertawijaya dari Kerajaan Majapahit.

Bangunan makam terdiri dari tiga teras, di mana masing-masing memiliki teras yang bercungkup dan tidak bercungkup.

1. teras pertama, terdapat makam tokoh panglima besar Ki Mas Agus Bodrowongso atau Ki Abdurahman, yang terletak di bagian paling bawah sebelah barat bangunan. Selain itu, terdapat makam panglima lainnya yang kedudukannya lebih rendah daripada panglima yang dimakamkan di teras kedua.

2. Pada teras kedua, terdapat empat makam yang disusun.

3. Teras ketiga merupakan teras tertinggi yang memuat 21 makam tokoh penting. Penempatan makam ini berorientasi dari barat ke timur, dengan arah hadap utara-selatan.

Berikut beberapa makam yang ada di Sabokingking

Makam Halaman di Kenayan terletak di pusat area pemakaman, dikelilingi oleh makam Raden Ayu Ratu Laut dan Sir Syed (Moh. Omar Al Bashir). Makam ini didirikan di atas alas kayu unglen dan memiliki nisan dengan bentuk persegi panjang datar (tipe nisan Demak Troloyo), dihiasi dengan motif seperti sulur, bunga, dan medali.

Makam Tuan Sayid (Moh. Umar Al Idrus) terletak di Halaman Kenayan dan didirikan di atas persegi panjang semen budak. Makam ini juga memiliki nisan dengan bentuk persegi panjang datar (tipe nisan Demak Troloyo), dihiasi dengan motif seperti sulur, bunga, dan medali. Tuan Sayid dikenal sebagai guru di Halaman Kenayan.

Baca Juga: Sejarah Kantor Walikota Palembang yang Dulunya Digunakan Sebagai Menara Air

Makam Raden Ayu Ratu Sinuhun terbuat dari jirat kayu unglen yang mirip dengan profil tubuh candi, dilengkapi dengan hiasan antefiks di sudut-sudutnya. Nisannya berbentuk segi empat pipih (tipe nisan Demak Troloyo) dengan motif sulur gelung, bunga ceplok, meander, dan medali.

Pada nisan terdapat motif hias seperti tujuan, benang teratai, dan medali. Makam ketiga tokoh tersebut ditempatkan di bawah satu cungkup berbentuk segi empat dengan konstruksi tiang kayu. Tiang-tiang kayu tersebut berdiri di atas umpak yang terbuat dari bata berplester semen. Di dalam cungkup, terdapat hiasan seperti gerigi pada bagian pelipitnya dan pola sulur gelung.

Di teras ketiga, terdapat makam beberapa tokoh penting, seperti Raden Usman (Purbaya), Putri Sloko, Panglima Moh. Akil, Fatimah Tussadiah, Raden Dendik, Raden Wancik (Kuncung Mas), Jangsari, Nyi Mas Ayu Rokiah Khasanah, Putri Perak, Pangeran Ratu Pasarean, Tu Bagus, Pangeran Antasari (adik Sinuhun), Jiro Sentiko, Putri Ayu, Putra Adi Kusuma, Ki Mas Gede Marta, Putri Cilik, dan Putri Menur.

Itulah beberapa makan yang ada di Komplek makan Sabokingking di kota Palembang. (MG/CC Karisa Dwi Heria Rosa)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto