Pusat Data Amazon di Bahrain Diserang Drone, Layanan AWS di Timur Tengah Lumpuh

AKURAT.CO SUMSEL Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk merembet ke sektor teknologi. Pusat data milik Amazon di Bahrain dilaporkan menjadi sasaran serangan drone yang diklaim dilakukan oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Unit komputasi awan Amazon, Amazon Web Services (AWS), mengonfirmasi salah satu fasilitasnya di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan drone di sekitar lokasi pada Minggu lalu.
Selain itu, dua pusat data AWS di Uni Emirat Arab juga dilaporkan terdampak setelah terkena serangan secara langsung.
Berdasarkan pembaruan di laman pemantauan layanan AWS, seluruh fasilitas tersebut masih dalam kondisi offline hingga kini.
Gangguan ini berdampak pada sejumlah layanan berbasis cloud yang digunakan pelanggan di kawasan Timur Tengah.
Kantor berita pemerintah Iran, Fars News Agency, melalui kanal Telegram resminya menyatakan serangan di Bahrain dilakukan untuk “mengidentifikasi peran pusat-pusat ini dalam mendukung aktivitas militer dan intelijen musuh.”
Pernyataan tersebut muncul setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir pekan lalu, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan pangkalan AS dan Israel di kawasan Teluk.
Baca Juga: 5 Cara Agar Tidak Mudah Canggung Saat Buka Bersama dengan Teman SD, Dijamin Lebih Cair
Amazon menolak berkomentar terkait klaim tersebut. Namun perusahaan mengakui selain kerusakan struktural, pusat data juga mengalami gangguan listrik serta kerusakan akibat air saat tim pemadam kebakaran memadamkan percikan api dan kebakaran di lokasi.
Sejumlah aplikasi populer berbasis AWS dilaporkan mengalami peningkatan tingkat kesalahan dan penurunan ketersediaan layanan akibat insiden ini.
AWS telah mengimbau para pelanggan untuk segera mencadangkan data, mempertimbangkan pemindahan beban kerja ke wilayah lain, serta mengalihkan lalu lintas data dari Bahrain dan Uni Emirat Arab guna meminimalkan dampak gangguan.
AWS sendiri meluncurkan wilayah layanannya di Bahrain pada 2019 dan menjadi tuan rumah berbagai sistem penting, termasuk milik instansi pemerintah setempat.
Amazon juga memiliki kantor korporat di Bahrain yang mayoritas ditempati karyawan AWS.
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik kawasan, Amazon pekan ini menginstruksikan seluruh karyawan korporatnya di Timur Tengah untuk bekerja dari rumah dan mengikuti pedoman keamanan yang dikeluarkan pemerintah setempat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









