Sumsel

Mengenal Idul Adha: Hari Raya Kurban dengan Sejarah, Tradisi, dan Makna Istimewa

Haris Ma'ani | 5 Juni 2024, 17:30 WIB
Mengenal Idul Adha: Hari Raya Kurban dengan Sejarah, Tradisi, dan Makna Istimewa


AKURAT.CO SUMSEL Idul Adha, atau Hari Raya Kurban adalah salah satu hari besar dalam kalender Islam yang dirayakan oleh umat Muslim di seluruh dunia.

Hari raya ini jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah, bulan terakhir dalam kalender Hijriah, dan bertepatan dengan puncak ibadah haji di Mekkah.

Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban, dan juga memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya, Ismail, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Namun, sebelum pengorbanan terjadi, Allah menggantikannya dengan domba.

Sejarah Idul Adha

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan putranya Ismail merupakan inti dari perayaan Idul Adha. Saat itu, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putra tercintanya yaitu Ismail, sebagai bentuk ketaatan dan keikhlasan.

Namun, ketika Nabi Ibrahim siap untuk melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor domba.

Peristiwa inilah kemudian menjadi simbol ketaatan Nabi Ibrahim dan pengingat bagi umat Islam untuk selalu patuh kepada Allah SWT.

Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, karena umat muslimin yang sedang melaksanakan ibadah haji sedang menunaikan haji utama yaitu wukuf di Arafah.

Baca Juga: Jutaan Pelanggan di Sumbagsel Terdampak Pemadaman Listrik Akibat Kerusakan Gardu Induk

Dan, untuk umat muslim yang belum mampu melaksanakan ibadah haji, diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sesuai syariat islam, sebagai simbol ketaatan dan kecintaan kita kepada Allah SWT. Jika ia juga mampu.

Tradisi Idul Adha

Shalat Idul Adha adalah hal pertama di lakukan untuk menyambut hari raya haji ini, shalat ini dilakukan pada pagi hari secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Dilanjutkan dengan khutbah disampaikan untuk mengingatkan jamaah tentang makna dan pentingnya Idul Adha.

Menyembelih hewan kurban, penyembelihan ini biasanya dilakukan setelah shalat Idul Adha.

Pastinya, proses ini dilakukan dengan tata cara yang sesuai dengan syariat Islam, termasuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan penyembelihan dilakukan dengan cara yang baik.

Biasanya penyembelihan ini dipimpin oleh tokoh Agama. Kemudian daging kurban tersebut dibagikan kepada keluarga, tetangga, dan terutama kepada mereka yang membutuhkan sebagai simbol pentingnya solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

Idul Adha juga menjadi momen untuk berkumpul dengan keluarga dan saudara. Banyak keluarga mengadakan jamuan makan bersama, di mana makanan khas Idul Adha seperti sate, gulai, rendang atau opor disajikan.

Makna Idul Adha

Idul Adha memiliki makna yang mendalam bagi umat Muslim. Perayaan ini adalah wujud kepatuhan dan keikhlasan kepada Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan tentang ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan.

Selain itu, Idul Adha juga merupakan kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama bagi mereka yang kurang mampu. (MG/CC Sriyani Putri)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto