Sumsel

Pilgub Sumsel 2024: Tiga Calon Belum Sajikan Program Konkret, Swing Voters Masih Bimbang

Deni Hermawan | 31 Agustus 2024, 16:03 WIB
Pilgub Sumsel 2024: Tiga Calon Belum Sajikan Program Konkret, Swing Voters Masih Bimbang

AKURAT.CO SUMSEL Pilgub Sumsel 2024 akan menjadi ajang pertarungan yang menarik dengan hadirnya tiga pasangan calon yang siap merebut hati masyarakat. Meskipun salah satu pasangan calon saat ini mendominasi survei dengan perolehan angka cukup tinggi, kontestasi ini belum bisa dikatakan mudah.

"Tingginya angka swing voters dan undecided voters menjadi tanda bahwa masyarakat masih menunggu gerakan dan tawaran konkret dari ketiga kandidat," ujar Pengamat Politik UIN Raden Fatah Palembang, Yulion Zalpa saat dibinacngi, Sabtu (31/8/2024).

Menurutnya, berdasarkan data terbaru, banyak pemilih yang belum menentukan pilihan atau masih bimbang. Hal ini dipengaruhi oleh keinginan pemilih untuk melihat lebih jauh dinamika yang ditawarkan oleh para calon, terutama terkait program, visi, dan solusi konkret yang akan mereka bawa jika terpilih nanti.

"Dengan tiga pasangan calon, pola dukungan diperkirakan akan berubah seiring berjalannya waktu, terutama bagi pemilih yang masih ragu-ragu," ucapnya.

Sayangnya, hingga saat ini, belum ada satu pun calon yang secara terang-terangan menyampaikan program kerja yang jelas dan konkret kepada masyarakat. Pemilih saat ini cenderung menilai para kandidat berdasarkan faktor-faktor non-substansial seperti kesamaan suku, hubungan keluarga, atau sekadar gimmick politik yang kurang bermakna.

Baca Juga: 46 Pasangan Calon Siap Bertarung di Pilkada Serentak Sumsel 2024, Ini Daftarnya!

"Harusnya sejak awal, para calon beserta partai pengusung harus sudah mulai memunculkan ide dan gagasan konkret yang dapat mendorong pemilih untuk membuat keputusan secara rasional," katanya.

Lanjutnya, dengan basis suku dan ceruk suara yang berbeda, masing-masing calon memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan dukungan. Kehadiran tiga kandidat ini juga memprediksi perubahan dalam hasil survei, terutama di kalangan swing voters dan undecided voters.

"Selanjutnya, manuver kampanye yang lebih substansial dan logis dapat mengubah suara pemilih ini," ungkapnya.

Persaingan akan semakin sengit jika perdebatan di ruang publik mulai fokus pada isu-isu substansial. Dua dari tiga calon merupakan petahana, sehingga rekam jejak mereka selama menjabat dapat diukur dan menjadi bahan evaluasi publik.

Sementara itu, calon pendatang baru harus lebih giat menyampaikan solusi konkret terkait permasalahan yang ada di Sumsel agar mampu menarik perhatian pemilih dengan ide-ide segar.

"Dua pasangan calon atau head-to-head dianggap tidak ideal karena membatasi pilihan pemilih. Pemilih seperti "dipaksa" memilih antara wajah-wajah lama yang sudah dikenal. Hal ini dikhawatirkan dapat mempersempit pilihan dan berpotensi menaikkan angka golput karena masyarakat merasa tidak ada alternatif baru yang cukup meyakinkan," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto