Sumsel

Tiga Daerah di Sumatera Selatan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Haris Ma'ani | 11 Juni 2024, 15:00 WIB
Tiga Daerah di Sumatera Selatan Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Tiga daerah di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Banyuasin, telah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Langkah ini diambil mengingat ketiga wilayah tersebut merupakan daerah rawan yang kerap menjadi penyumbang bencana asap setiap tahunnya.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan bahwa status siaga Karhutla untuk ketiga daerah tersebut sudah ditetapkan sejak Mei lalu.

"Sudah tiga daerah yang menetapkan status siaga darurat Karhutla yakni OKI, Muba, dan Banyuasin sudah menetapkan siaga Karhutla Mei kemarin," ujar Sudirman, Selasa (11/6/2024).

Menurut Sudirman, wilayah-wilayah ini memiliki lahan gambut yang luas, terutama di Kabupaten OKI, yang menjadikannya sangat rentan terhadap kebakaran.

Selain OKI, lahan gambut juga banyak terdapat di Ogan Ilir (OI), yang saat ini masih dalam proses penetapan status siaga darurat.

"Ogan Ilir, bersama dengan daerah lain, masih dalam proses. SK Siaga Darurat Provinsi Sumsel masih dalam proses di Biro Hukum Setda Sumsel," jelasnya.

Dengan tiga wilayah yang telah menetapkan status siaga darurat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) juga akan segera menetapkan status siaga darurat untuk seluruh provinsi.

Baca Juga: Muba Waspadai Karhutla, Siaga Darurat Ditetapkan Sejak Mei

"Jika dua daerah sudah bersiaga, maka Pemprov sudah bisa menetapkan status siaga darurat. Minggu-minggu ini mungkin sudah keluar SK-nya. Setelah ini akan dilakukan Rakor bersama seluruh daerah dan apel siaga bersama Forkopimda dan pihak terkait lainnya untuk memitigasi bencana Karhutla," tambah Sudirman.

BMKG memprediksi bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung pada Juli hingga Agustus. Meski hanya dua bulan, BPBD Sumsel tetap akan melaksanakan kesiapsiagaan hingga musim kemarau berakhir.

"BMKG menyebut puncak kemarau hanya Juli-Agustus, hanya 2 bulan. Berbeda dengan tahun lalu, kesiapsiagaan kita sudah dilakukan sejak Maret 2023," jelas Sudirman.

Selain itu, kondisi cuaca di Sumsel tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Curah hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir, seperti di OKU, OKU Selatan, dan Muara Enim.
Sementara itu, daerah Muba, OKI, dan Banyuasin telah memasuki masa pancaroba dan mulai bersiap menghadapi Karhutla.

"Kemarin, ada banjir di OKU, OKU Selatan, dan Muara Enim. sementara di Muba, OKI, Banyuasin, dan daerah lain sudah ada pancaroba. Oleh karena itu, tiga wilayah yang tidak terkena dampak banjir secara bertahap memasukkan status siaga karhutla," tambahnya.

Pada tahun lalu, terdapat 12 daerah rawan Karhutla di Sumsel. Tahun ini, BPBD Sumsel belum bisa memprediksi secara pasti jumlah daerah rawan, namun beberapa wilayah seperti OKI, OI, Muba, dan Banyuasin dipastikan akan tetap rawan Karhutla.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sumsel juga akan meninjau sejumlah perusahaan perkebunan yang rawan Karhutla. Peralatan dan perlengkapan akan diperiksa untuk memastikan kesiapan dalam mengatasi kebakaran di wilayah konsesi perusahaan.

"Kita juga akan antisipasi kebakaran di TPA agar tak terjadi seperti tahun lalu," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto