Sumsel

Hotel hingga Sport Center, Aset Miliaran Rupiah BUMD Sumsel Terkendala Arus Kas

Maman Suparman | 9 April 2025, 15:00 WIB
Hotel hingga Sport Center, Aset Miliaran Rupiah BUMD Sumsel Terkendala Arus Kas

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menghadapi persoalan serius terkait kinerja lima badan usaha milik daerah (BUMD) yang dinyatakan dalam kondisi tidak sehat.

Kelima BUMD tersebut tak mampu menghasilkan keuntungan maupun menyetorkan dividen ke kas daerah, meski memiliki aset besar.

Kelima BUMD yang dimaksud yakni PT Swarnadwipa Sumsel Gemilang, PT Jakabaring Sport Center (JSC), PT Sriwijaya Agro Industri, PT Sriwijaya Investasi, dan PD Prodexim.

Gubernur Sumsel Herman Deru menyatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kelima badan usaha tersebut.

“Ini akan kita evaluasi. Kita akan lihat dulu kinerja BUMD yang tidak sehat seperti apa,” ujar Deru, Rabu (9/4/2025).

Masalah utama dari BUMD tersebut, menurut penjelasan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Pemprov Sumsel Basyaruddin Akhmad, terletak pada ketidakseimbangan antara besarnya aset dengan kemampuan arus kas (cashflow) yang masuk.

“Tidak bisa digeneralisir penyebabnya, tapi ada beberapa BUMD yang cashflow-nya tidak masuk. Misalnya, PT JSC itu punya aset yang terlalu besar sejak penyertaan modal, tapi cashflow-nya tidak cukup untuk menutupi biaya operasional,” jelasnya.

Baca Juga: Eks Wawako Palembang Fitrianti Agustinda dan Suami Resmi Jadi Tersangka Korupsi Dana PMI

Kondisi serupa juga terjadi pada PT Swarnadwipa Sumsel Gemilang yang bergerak di sektor jasa perhotelan. Basyar menyebut bahwa meski memiliki aset hotel yang cukup besar, namun tidak mampu menghasilkan pemasukan yang memadai.

“Cashflow-nya tidak mencukupi, akhirnya berdampak pada depresiasi dan amortisasi yang tinggi,” tambahnya.

Saat ini, Pemprov masih menunggu laporan keuangan dan rencana bisnis (business plan) terbaru dari masing-masing BUMD sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah pemberian suntikan modal sebagai upaya penyehatan.

“Kami akan merumuskan langkah-langkah yang akan ditempuh bersama Pak Gubernur. Keputusan baru akan diambil setelah seluruh laporan dan rencana bisnis dari masing-masing BUMD disampaikan,” kata Basyar.

Di sisi lain, enam BUMD milik Pemprov Sumsel lainnya tercatat dalam kondisi sehat. Bahkan mereka berhasil menyumbangkan dividen sebesar Rp96,6 miliar ke kas daerah per Desember 2024, melampaui target sebesar Rp91,3 miliar.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia