Ngantuk Berat di Siang Hari Saat Puasa? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO SUMSEL Menjelang siang saat puasa, mata terasa berat, fokus menurun, dan tubuh seperti kehilangan tenaga. Padahal, aktivitas tidak terlalu padat. Banyak orang mengira penyebabnya semata-mata karena tidak makan dan minum.
Namun, kenapa ngantuk saat puasa ternyata berkaitan dengan proses adaptasi tubuh yang jauh lebih kompleks.
Perubahan pola makan, jam tidur, hingga sistem metabolisme terjadi secara bersamaan selama Ramadan. Kondisi ini membuat tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan diri.
Kabar baiknya, rasa ngantuk saat puasa adalah hal yang normal bahkan menjadi tanda bahwa tubuh sedang beradaptasi.
Secara umum, rasa kantuk saat puasa dipicu oleh beberapa faktor yang terjadi bersamaan:
1. Gula Darah Menurun
Baca Juga: Resep Minuman Buah Campur Nata de Coco dan Susu, Segar dan Mudah Dibuat di Rumah
Saat tidak ada asupan makanan, kadar glukosa dalam darah perlahan menurun. Padahal, glukosa adalah sumber energi utama bagi otak.
Ketika kadar gula darah turun, tubuh merespons dengan menurunkan tingkat energi, sehingga muncul rasa lemas dan mengantuk.
2. Tubuh Beralih ke Pembakaran Lemak (Ketosis)
Normalnya, tubuh menggunakan glukosa dari makanan sebagai bahan bakar utama. Saat puasa dimulai, tubuh akan memakai cadangan glikogen di hati dan otot terlebih dahulu.
Cadangan ini umumnya hanya bertahan sekitar 12–36 jam. Setelah itu, tubuh mulai beralih ke pembakaran lemak sebagai sumber energi, atau dikenal sebagai ketosis.
Pada fase awal peralihan ini, tubuh belum sepenuhnya efisien menggunakan lemak sebagai energi. Inilah sebabnya rasa lelah dan ngantuk sering muncul, terutama di hari-hari awal puasa.
3. Perubahan Pola Tidur
Selama Ramadan, banyak orang tidur lebih larut karena salat tarawih dan bangun lebih awal untuk sahur.
Perubahan ini mengganggu ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Akibatnya, tubuh kekurangan waktu tidur berkualitas dan rasa kantuk muncul di siang hari.
Bahkan jika durasi tidur cukup, kualitas tidur yang terpotong bisa membuat tubuh tetap merasa lelah.
4. Dehidrasi Ringan
Kurangnya asupan cairan selama puasa juga memengaruhi konsentrasi dan energi.
Dehidrasi ringan saja sudah cukup membuat otak bekerja lebih lambat, sehingga rasa kantuk dan sulit fokus menjadi lebih sering dirasakan.
5. Perubahan Hormon
Puasa turut memengaruhi hormon dalam tubuh, termasuk hormon kortisol dan melatonin yang mengatur energi dan siklus tidur.
Perubahan hormon ini membuat tubuh perlu waktu untuk menyesuaikan ritme barunya.
Cara Mengatasi Ngantuk Saat Puasa
Agar puasa tetap produktif, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Pilih Menu Sahur yang Tepat
Baca Juga: Tempat Bukber Hits di Palembang, Sajikan Grill Daging Murah dan View Malam Cantik
Konsumsi makanan tinggi protein (telur, ayam, tahu, tempe) dan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal.
Hindari makanan terlalu manis karena bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat turun.
Cukupi Cairan Saat Berbuka dan Sahur
Gunakan pola 2-4-2 (dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dua gelas saat sahur) untuk menjaga hidrasi.
Atur Jadwal Tidur
Usahakan tidur lebih awal dan tambahkan power nap 15–20 menit di siang hari jika memungkinkan.
Tetap Bergerak Ringan
Alih-alih terus duduk, lakukan peregangan ringan agar aliran darah tetap lancar dan rasa kantuk berkurang.
Perlu dipahami, rasa ngantuk saat puasa bukan tanda tubuh “lemah”, melainkan bukti tubuh sedang menyesuaikan sistem energinya.
Seiring waktu, metabolisme akan menjadi lebih efisien menggunakan cadangan energi. Banyak orang bahkan merasakan energi lebih stabil setelah melewati masa adaptasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





