Tiga Masjid Ikonik di Palembang: Perpaduan Sejarah, Budaya, dan Keagungan Arsitektur

AKURAT.CO SUMSEL Kota Palembang tak hanya dikenal sebagai kota tertua di Indonesia dengan warisan Sriwijaya dan kuliner pempek, tetapi juga menyimpan jejak sejarah Islam yang begitu kuat.
Hal itu tergambar dari keberadaan sejumlah masjid bersejarah dan ikonik yang menjadi pusat ibadah, wisata religi, hingga simbol harmoni budaya.
Berikut tiga masjid ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Palembang:
1. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II
Masjid Agung SMB II adalah masjid terbesar dan paling terkenal di Palembang. Terletak di kawasan Benteng Kuto Besak, masjid ini menjadi landmark utama kota.
Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, masjid ini memadukan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Timur Tengah.
Menara segi delapannya bergaya pagoda, sementara kubah utama melambangkan nuansa Timur Tengah.
Baca Juga: Buntut Viralnya Tumbler Tuku Hilang di KRL, Anita Dewi Juga Dipecat PT Daidan Utama
Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi dan pusat kemasyarakatan.
2. Masjid Cheng Ho Palembang
Masjid Cheng Ho merupakan simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Islam di Palembang.
Dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim asal Tiongkok, masjid ini menghadirkan warna merah, hijau, dan kuning khas budaya Tionghoa.
Dengan arsitektur menyerupai kelenteng namun tetap berfungsi sebagai masjid, bangunan ini menjadi bukti toleransi dan kekayaan budaya Palembang.
Masjid yang berlokasi di Jakabaring ini juga menjadi tempat berbagai kegiatan sosial, kajian Islam, hingga wisata edukasi.
3. Masjid Lawang Kidul
Masjid Lawang Kidul sudah berdiri sejak tahun 1874 dan terletak tak jauh dari Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di Palembang yang masih aktif dan dipertahankan bentuk aslinya.
Nama “Lawang Kidul” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Pintu Selatan”. Masjid ini dulunya menjadi pusat penyebaran Islam di kawasan Palembang Ilir.
Arsitektur klasik dengan jendela kayu besar, tiang kokoh, dan ornamen tempo dulu menjadikan masjid ini sangat fotogenik dan sarat nilai sejarah.
Ketiga masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi hidup perjalanan sejarah, budaya, dan perkembangan peradaban Islam di Palembang.
Pemerintah setempat terus mendorong pengembangan wisata religi agar warisan sejarah ini tetap terjaga dan menjadi kebanggaan lintas generasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








