Sumsel

Tiga Masjid Ikonik di Palembang: Perpaduan Sejarah, Budaya, dan Keagungan Arsitektur

Maman Suparman | 28 November 2025, 09:00 WIB
Tiga Masjid Ikonik di Palembang: Perpaduan Sejarah, Budaya, dan Keagungan Arsitektur

AKURAT.CO SUMSEL Kota Palembang tak hanya dikenal sebagai kota tertua di Indonesia dengan warisan Sriwijaya dan kuliner pempek, tetapi juga menyimpan jejak sejarah Islam yang begitu kuat.

Hal itu tergambar dari keberadaan sejumlah masjid bersejarah dan ikonik yang menjadi pusat ibadah, wisata religi, hingga simbol harmoni budaya.

Berikut tiga masjid ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Palembang:

1. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II

Masjid Agung SMB II adalah masjid terbesar dan paling terkenal di Palembang. Terletak di kawasan Benteng Kuto Besak, masjid ini menjadi landmark utama kota.

Dibangun pada abad ke-18 oleh Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, masjid ini memadukan arsitektur Melayu, Tionghoa, dan Timur Tengah.

Menara segi delapannya bergaya pagoda, sementara kubah utama melambangkan nuansa Timur Tengah.

Baca Juga: Buntut Viralnya Tumbler Tuku Hilang di KRL, Anita Dewi Juga Dipecat PT Daidan Utama

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi dan pusat kemasyarakatan.

 

2. Masjid Cheng Ho Palembang

Masjid Cheng Ho merupakan simbol akulturasi budaya Tionghoa dan Islam di Palembang.

Dibangun untuk mengenang Laksamana Cheng Ho, seorang penjelajah Muslim asal Tiongkok, masjid ini menghadirkan warna merah, hijau, dan kuning khas budaya Tionghoa.

Dengan arsitektur menyerupai kelenteng namun tetap berfungsi sebagai masjid, bangunan ini menjadi bukti toleransi dan kekayaan budaya Palembang.

Masjid yang berlokasi di Jakabaring ini juga menjadi tempat berbagai kegiatan sosial, kajian Islam, hingga wisata edukasi.

3. Masjid Lawang Kidul

Masjid Lawang Kidul sudah berdiri sejak tahun 1874 dan terletak tak jauh dari Sungai Musi dan Jembatan Ampera. Masjid ini dikenal sebagai masjid tertua di Palembang yang masih aktif dan dipertahankan bentuk aslinya.

Nama “Lawang Kidul” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “Pintu Selatan”. Masjid ini dulunya menjadi pusat penyebaran Islam di kawasan Palembang Ilir.

Arsitektur klasik dengan jendela kayu besar, tiang kokoh, dan ornamen tempo dulu menjadikan masjid ini sangat fotogenik dan sarat nilai sejarah.

Ketiga masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga saksi hidup perjalanan sejarah, budaya, dan perkembangan peradaban Islam di Palembang.

Pemerintah setempat terus mendorong pengembangan wisata religi agar warisan sejarah ini tetap terjaga dan menjadi kebanggaan lintas generasi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia