Sumsel

Karhutla Sumsel 2025 Turun Drastis, Tapi Ancaman Anomali Cuaca Masih Bayangi Daerah Rawan

Maman Suparman | 20 November 2025, 21:00 WIB
Karhutla Sumsel 2025 Turun Drastis, Tapi Ancaman Anomali Cuaca Masih Bayangi Daerah Rawan

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) sepanjang Januari–Oktober 2025 mengalami penurunan signifikan dibanding dua tahun terakhir.

Namun, pemerintah tetap menetapkan status waspada karena potensi anomali cuaca seperti yang terjadi di Riau bisa muncul kapan saja.

Berdasarkan analisis citra satelit Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, dan BRIN, total luasan karhutla di Sumsel tahun ini mencapai 5.264,2 hektare.

Lahan mineral menjadi penyumbang terbesar dengan 4.882,7 hektare, sementara lahan gambut terbakar seluas 381,6 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, menyebut tren penurunan ini cukup signifikan.

Pada 2024, karhutla di Sumsel mencapai 14.525,4 hektare. Tahun 2023 bahkan jauh lebih parah dengan angka menyentuh 121.653 hektare.

Baca Juga: PGRI OKU Desak Perlindungan Negara Setelah Guru SMP Ditemukan Tewas Terikat di Kos

“Dibandingkan dua tahun terakhir, kondisi tahun ini jauh lebih terkendali,” ujar Ferdian, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, intensitas hujan, kesiagaan tim pemadaman, hingga pengawasan di daerah rawan memberi kontribusi besar pada penurunan itu.

Meski situasi lebih baik, Ferdian menegaskan kewaspadaan tidak boleh kendor. Ia mencontohkan wilayah Riau yang kembali mengalami anomali cuaca dan memicu karhutla dalam beberapa pekan terakhir.

“Kami tetap melakukan patroli hingga Desember. Bila muncul anomali seperti di Riau, operasi pemadaman harus segera dilakukan,” tegasnya.

Tim Manggala Agni disebut tetap siaga, terutama di daerah dengan catatan karhutla tertinggi.

Dari pendataan terbaru, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi episentrum karhutla dengan 1.293,2 hektare terbakar. Disusul Musi Banyuasin (960,4 hektare) dan Ogan Ilir (654,8 hektare).

Wilayah lain yang juga terdampak cukup besar antara lain Ogan Komering Ulu (629,7 hektare), Musi Rawas (369,6 hektare), serta Musi Rawas Utara (298,6 hektare).

Sebaliknya, satu daerah tercatat bebas karhutla hingga Oktober 2025, yakni Kota Prabumulih.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia