Sumsel

Guru PPPK Ditemukan Tewas Terikat dan Mulut Tersumpal di OKU

Maman Suparman | 20 November 2025, 12:00 WIB
Guru PPPK Ditemukan Tewas Terikat dan Mulut Tersumpal di OKU

AKURAT.CO SUMSEL Seorang guru muda berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) berinisial SF (27), ditemukan tewas di dalam kamar indekosnya di Desa Suka Pindah, Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) pada Rabu (19/11/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban, yang merupakan warga Kecamatan Mataram Baru, Kabupaten Lampung Timur, ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan mulut tersumpal kain, serta tangan dan kaki terikat.

SF diketahui mengajar mata pelajaran TIK di salah satu SMPN di OKU Dusun Air Itam. 

Penemuan jasad SF pertama kali dilakukan oleh saksi bernama Resta (27), seorang ibu rumah tangga yang juga tetangga indekos korban.

Resta curiga karena melihat sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban masih terparkir di depan indekos pada sore hari.

Saat mengintip dari depan pintu, Resta merasa ada kejanggalan pada korban. Ia kemudian mengajak warga sekitar untuk memastikan keadaan di dalam kamar.

Setelah dicek, korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi tangan dan kaki terikat, lalu saksi segera melapor ke Polsek Peninjauan.

Menurut keterangan Resta, korban pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB berangkat ke sekolah seperti biasa dan kembali pulang setelah selesai mengajar.

Baca Juga: 4 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Menahan Lapar, Nomor 3 Sering Dianggap Sepele

Saksi juga menyebutkan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang pendiam dan kurang bersosialisasi dengan tetangga. 

Kapolres OKU, AKBP Endro Aribowo, melalui Kapolsek Peninjauan, Iptu Dedi Iskandar, membenarkan adanya penemuan jasad guru tersebut. Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Beberapa barang bukti yang telah diamankan meliputi 1 unit HP Samsung, 3 lembar jilbab (warna cream, hijau, dan hitam), 1 kacu pramuka, 1 celana panjang hitam, 1 baju kemeja lengan panjang putih, sepasang sandal jepit, 1 handuk kecil, sepasang sarung tangan, dan 1 tali karet hitam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar di Puskesmas Kedaton sebelum dirujuk ke RS Ibnu Sutowo Baturaja, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban, memar di paha kanan dan kening, memar di pergelangan kaki kiri dan kanan akibat jeratan kain, memar di kedua pergelangan tangan akibat jeratan kain dan luka di bawah telinga kanan dan bengkak di bagian mulut akibat jeratan kain.

Hingga saat ini, Iptu Dedi Iskandar belum dapat menyimpulkan dugaan penyebab pasti kematian korban.

"Saat ini kita masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kejadian yang menyebabkan korban tewas," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia