Inflasi Sumsel Turun Jadi 0,13 Persen di Oktober, Emas dan Telur Ayam Jadi Pendorong Utama

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan mencatat inflasi sebesar 0,13 persen secara month to month (mtm) pada Oktober 2025. Angka ini menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,27 persen (mtm).
Sementara secara tahunan (year on year/yoy), inflasi di Sumsel tercatat naik tipis menjadi 3,49 persen dari 3,44 persen pada periode sebelumnya. Meski demikian, capaian ini masih sejalan dengan tren nasional yang juga mengalami kenaikan dari 2,65 persen menjadi 2,86 persen (yoy).
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa inflasi Sumsel dipicu oleh peningkatan harga sejumlah komoditas strategis, terutama emas perhiasan dan telur ayam ras.
Kenaikan harga emas disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan tingginya permintaan masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven asset).
Sementara itu, kenaikan harga telur dan daging ayam ras terjadi akibat meningkatnya biaya produksi.
Tekanan tambahan juga muncul dari komoditas hortikultura seperti wortel dan ketimun, karena gangguan pasokan dari sentra produksi yang terdampak curah hujan tinggi selama Oktober.
Ke depan, potensi tekanan inflasi diperkirakan masih ada, seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2026.
Baca Juga: 4 Menu Makan Siang Praktis dan Sehat yang Wajib Dicoba
Selain itu, komoditas volatile food juga berpotensi menambah tekanan karena musim tanam padi dan hortikultura bertepatan dengan musim hujan yang dapat memengaruhi produktivitas.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga di daerah.
“TPID rutin melaksanakan operasi pasar dan gerakan pangan murah, berkoordinasi dengan Bulog untuk pendistribusian beras SPHP, serta menyalurkan komoditas terjangkau melalui Toko KePo, Rumah Pangan Kita (RPK), dan Toko Penyeimbang milik Perumda Pasar Palembang Jaya,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Selain itu, TPID juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar, distributor, dan produsen guna memastikan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) serta stok barang tetap mencukupi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








