Sumsel

Karhutla Meluas di Sumsel, Armada Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Maman Suparman | 18 Agustus 2025, 17:16 WIB
Karhutla Meluas di Sumsel, Armada Helikopter Water Bombing Dikerahkan

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meluas di Sumatera Selatan (Sumsel). Pada Minggu (17/8/2025), setidaknya tiga kabupaten mengalami karhutla, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), dan Muara Enim, dengan total lahan yang terbakar mencapai belasan hektare.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabna melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan pemadaman dilakukan melalui kombinasi satgas darat dan armada udara. Bahkan, helikopter water bombing harus diturunkan untuk menjinakkan api di sejumlah lokasi.

“Karhutla paling luas terjadi di Kabupaten OKI, tepatnya di Tulung Selapan dan Pangkalan Lampam. Pemadaman dilakukan intensif dengan helikopter karena kondisi lahan sulit dijangkau tim darat,” ungkap Sudirman, Senin (18/8/2025).

Di Tulung Selapan, OKI, lahan sekitar 5 hektare terbakar. Dua helikopter melakukan 92 kali water bombing dengan total 336 ribu liter air.

Baca Juga: Fakta-fakta Kebakaran Sumur Minyak Warga di Blora, Masih Ilegal, Operasional Dihentikan

Sementara di Pangkalan Lampam, api melahap sekitar 3 hektare lahan dan berhasil diredam melalui 20 kali water bombing atau sekitar 80 ribu liter air.

Selain itu, Muba juga terdampak karhutla di Kecamatan Jirak Jaya (1 hektare) dan Sungai Keruh (2 hektare). Di titik Sungai Keruh, helikopter turut membantu pemadaman dengan 13 kali water bombing. Sedangkan di Muara Enim, kebakaran relatif kecil dengan luasan hanya sekitar 30x30 meter.

Untuk memperkuat pemadaman, Sumsel mendapat tambahan armada udara. Kini tersedia empat helikopter water bombing serta dua helikopter patroli, sehingga total ada enam unit helikopter yang aktif melakukan operasi pemadaman dan pemantauan karhutla di wilayah Sumsel.

“Helikopter patroli akan terus memantau lokasi bekas karhutla yang masih berasap, khususnya di OKI, agar tidak terjadi penyulutan api kembali,” tambah Sudirman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia