Sumsel

NTP Sumsel Sempat Anjlok di April, Kembali Meningkat di Mei 2025

Maman Suparman | 14 Juni 2025, 22:00 WIB
NTP Sumsel Sempat Anjlok di April, Kembali Meningkat di Mei 2025

AKURAT.CO SUMSEL Nilai Tukar Petani (NTP) di Sumatera Selatan (Sumsel), yang menjadi indikator utama kesejahteraan petani, menunjukkan fluktuasi signifikan sepanjang awal tahun 2025.

Data terbaru hingga 5 Juni 2025 mengungkapkan NTP Sumsel anjlok drastis pada April, meski kemudian menunjukkan sedikit perbaikan di bulan Mei.

NTP merupakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dari penjualan hasil pertanian dengan indeks harga yang dibayar petani untuk biaya produksi dan kebutuhan rumah tangga.

Angka di atas 100 menunjukkan daya beli petani meningkat, sementara di bawah 100 mengindikasikan sebaliknya.

Pada Maret 2025, NTP Umum Sumsel sempat mencapai puncak di angka 132,94. Namun, kondisi berbalik drastis pada April, saat NTP Umum terjun bebas ke 123,47.

Sinyal positif mulai terlihat di Mei, dengan NTP Umum sedikit meningkat menjadi 125,01.

Tanaman Pangan, Sektor ini menunjukkan pemulihan di Mei, mencapai 100,95, setelah sempat turun di April (98,94). Angka di atas 100 menandakan daya beli petani pangan mulai membaik.

Hortikultura, NTP di sektor hortikultura secara konsisten berada di bawah 100, menunjukkan tekanan pada daya beli petani. Pada Mei, NTP hortikultura tercatat 94,27, sedikit menurun dari April (95,24).

Perkebunan, sektor perkebunan mencatat NTP tertinggi dibanding sektor lain, mencapai 135,21 di Mei. Meski sempat turun di April (133,80), sektor ini tetap berada di level yang kuat.

Peternakan, sektor peternakan menunjukkan kenaikan signifikan di Mei, mencapai 103,43, setelah sempat berada di bawah 100 pada April (99,70).

Perikanan, NTP sektor perikanan relatif stabil di atas 100, mencatat 105,82 pada Mei. Kondisi ini menunjukkan stabilitas yang cukup baik bagi nelayan di Sumsel.


Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia