Puan Singgung Kader Partai Soal Pengorbanan, Megawati Sentil Soal Loyalitas

AKURAT.CO SUMSEL PDIP tampaknya tidak nyaman setelah keputusan MK yang mengabulkan permohonan Almas Tsaqibbirru Re A, seorang mahasiswa UNS. Ketum Megawati Soekarnoputri diketahui mengkritik loyalitas kader selepas keputusan MK, dan Ketua DPP Puan Maharani menggarisbawahi pentingnya pengorbanan dalam politik.
Puan yang saat ini berada di New Delhi, India, menghadariri G20 Parliamentary Summit, mengunggah video singkat sejarah Taj Mahal.
Dalam isi videonya membahas sejarah Taj Mahal yang dibangun dengan cinta dan pengorbanan yang menyerempet ke politik.
"Berpolitik pun demikian, butuh cinra dan pengorbanan," kata Puan dalam video yang diunggah, Senin (16/10/2023) malam.
Saat meresmikan 127 kantor PDIP dan RSUD Bung Karno, Mega berbicara secara online kepada seluruh kader dalam rapat ke-153 DPP PDIP, membahas perjuangan partai selama 32 tahun untuk bertahan dari penghancuran.
PDIP juga pernah di luar pemerintahan. Mega berpendapat bahwa PDIP telah berkembang sebagai parpol berkat segala cobaan yang telah dilaluinya. Setelah itu, Presiden kelima Republik Indonesia menunjuk Rudy sebagai Ketua DPC Surakarta untuk menunjukkan loyalitas.
Meskipun dia ceplas-ceplos dalam berbicara, dia mengatakan bahwa Rudy adalah kader senior sejak PDIP masih PDI.
"Kalian juga mesti seperti dia," tegasnya.
Perlu diketahui, sebagai hasil dari keputusan MK yang mengabulkan permohonan yang diajukan oleh mahasiswa UNS, Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, memenuhi syarat untuk maju sebagai cawapres.
Menurut MK, usia di bawah 40 tahun bukan kendala untuk maju sebagai pemilih presiden selama atau saat ini menjabat jabatan yang dipilih publik. Ini membedakan permohonan pemohon lain yang ditolak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









