Targetkan 40.500 Ton di Tahun 2024, Bulog Optimalkan Penyerapan Beras di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi, mengungkapkan upaya pihaknya dalam mengoptimalkan penyerapan beras di Sumsel.
Bayu menjelaskan bahwa Sumsel merupakan salah satu daerah yang signifikan dalam kontribusinya terhadap pengadaan stok nasional di Bulog.
"Sumsel menjadi salah satu penyumbang stok beras terbanyak bagi Bulog. Kami mengoptimalkan penyerapan beras di sini dengan berdiskusi bersama mitra Bulog dan perusahaan penggilingan untuk memaksimalkan pengadaan beras," ujar Bayu, Rabu (24/4/2024).
Namun, meskipun Sumsel merupakan sumber utama penyerapan beras bagi Bulog, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi. Rentang waktu masa panen yang relatif pendek di Sumsel menyebabkan perebutan beras antara Bulog dan pihak lainnya.
Selain itu, kemungkinan masalah pupuk dan penundaan periode masa tanam akibat El Nino turut memengaruhi kualitas beras yang dihasilkan.
Bayu menjelaskan bahwa Bulog memiliki ketentuan ketat terkait kualitas beras yang diserap, termasuk toleransi beras pecah dan kadar air.
Baca Juga: Panen Raya di Banyuasin, Harga Beras di Sumsel Diprediksi Turun
Namun, beberapa pengusaha penggilingan di Sumsel menghadapi kesulitan dalam memenuhi ketentuan tersebut.
Meskipun demikian, Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyerapan beras dengan membuka gudang pasokan beras di hari libur dan mengembangkan program gabah beras langsung kepada petani.
Dengan berbagai upaya tersebut, Bulog optimistis dapat mencapai target penyerapan beras di Sumsel pada tahun 2024 sebesar 40.500 ton, meskipun realisasi saat ini baru mencapai 5.400 ton.
Bayu menegaskan bahwa kendala dalam penyerapan beras bukan disebabkan oleh harga pembelian pemerintah yang rendah, melainkan kualitas beras yang kurang memenuhi standar Bulog.
"Harga pembelian pemerintah sudah disesuaikan, namun kendalanya terletak pada kualitas beras yang tidak memenuhi standar Bulog," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









