Sumsel

5 Cara Memahami Tetangga Baru agar Lingkungan Tetap Rukun

Maman Suparman | 19 Desember 2025, 11:00 WIB
5 Cara Memahami Tetangga Baru agar Lingkungan Tetap Rukun

AKURAT.CO SUMSEL Kehadiran tetangga baru kerap menjadi warna tersendiri dalam kehidupan bermasyarakat.

Namun, perbedaan latar belakang, kebiasaan, hingga budaya terkadang memicu kesalahpahaman jika tidak disikapi dengan bijak.

Agar hubungan antarwarga tetap harmonis, ada sejumlah cara sederhana yang dapat dilakukan untuk memahami tetangga baru sejak awal. Berikut lima di antaranya:

1. Mulai dengan Menyapa dan Berkenalan

Langkah paling dasar adalah menyapa dan memperkenalkan diri. Sapaan sederhana dapat mencairkan suasana sekaligus menjadi awal komunikasi yang baik.

Dengan saling mengenal, jarak emosional antarwarga dapat diminimalkan.

Baca Juga: Indonesia Bertahan Peringkat 2 Klasemen Sementara SEA Games 2025, Target 80 Medali Emas Tercapai

2. Hargai Kebiasaan dan Perbedaan

Setiap orang memiliki kebiasaan dan latar belakang yang berbeda.

Menghormati perbedaan, baik dari segi budaya, jam aktivitas, maupun gaya hidup, menjadi kunci utama agar tidak mudah timbul konflik di lingkungan tempat tinggal.

3. Jaga Komunikasi yang Sopan dan Terbuka

Apabila muncul hal yang dirasa mengganggu, sebaiknya disampaikan dengan cara yang santun dan terbuka.

Komunikasi yang baik akan mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

4. Ikut Kegiatan Lingkungan

Berpartisipasi dalam kegiatan warga seperti kerja bakti, arisan, atau pertemuan RT dapat mempererat hubungan dengan tetangga baru.

Melalui interaksi rutin, rasa kebersamaan dan saling peduli akan tumbuh secara alami.

5. Tunjukkan Sikap Peduli dan Toleran

Sikap peduli, seperti menawarkan bantuan saat tetangga baru membutuhkan, akan menciptakan kesan positif.

Toleransi dan empati menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia