BPBD Sumsel Ajukan 10 Helikopter ke BNPB untuk Antisipasi Karhutla 2025

AKURAT.CO SUMSEL Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada tahun 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengajukan permohonan bantuan sebanyak 10 unit helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan pengajuan tersebut terdiri atas delapan unit helikopter untuk keperluan water bombing dan dua unit lainnya untuk patroli udara.
“Berdasarkan analisis kebutuhan kami, total ada 10 helikopter yang diajukan. Delapan unit untuk water bombing dan dua unit untuk patroli. Ini sebagai langkah siaga menghadapi musim kemarau dan potensi karhutla di wilayah Sumsel,” ujarnya, Rabu (21/5/2025).
Baca Juga: Embarkasi Palembang Berangkatkan 5.537 Jemaah Haji, Tiga Dilaporkan Wafat di Tanah Suci
Meski begitu, Sudirman menjelaskan bahwa pengajuan tersebut baru bisa diproses setelah Pemerintah Provinsi Sumsel menetapkan status siaga darurat karhutla.
Hal itu menjadi syarat utama agar BNPB dapat menindaklanjuti permintaan dukungan peralatan.
“Untuk bisa menetapkan status siaga darurat, minimal dua kabupaten atau kota di Sumsel harus lebih dulu menyatakan status siaga darurat karhutla. Setelah itu, barulah Pemprov bisa menetapkan status siaga darurat tingkat provinsi,” jelasnya.
Menurut dia, jumlah helikopter yang diajukan masih bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai perkembangan situasi serta hasil evaluasi dari BNPB.
“Jumlahnya bisa saja bertambah atau dikurangi, tergantung dari kondisi cuaca di lapangan dan disposisi langsung dari Kepala BNPB,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









