Megawati Tekankan Kritik Berbasis Fakta demi Menjaga Marwah Politik

AKURAT.CO SUMSEL Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menegaskan bahwa kritik terhadap kekuasaan harus disampaikan secara beradab, bertanggung jawab, dan berbasis data serta pengalaman nyata rakyat.
Hal tersebut disampaikan Megawati saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Tahun 2026 di Jakarta, Senin (12/1/2026).
Menurut Megawati, kritik politik tidak boleh lahir dari luapan emosi, provokasi, maupun serangan personal. Ia menekankan bahwa sikap kritis harus berlandaskan fakta, realitas sosial, dan nilai ideologis agar tetap menjaga martabat politik.
“Kritik harus berbasis data dan pengalaman rakyat, bukan emosi. Dengan cara itu partai menjaga etika dan marwah politiknya,” ujar Megawati.
Ia menegaskan bahwa jati diri PDI Perjuangan terletak pada perjuangan gagasan, kekuatan moral, serta keberpihakan terhadap Rakyat Marhaen.
Baca Juga: Tekan Tren Berobat ke Luar Negeri, Sumsel Luncurkan Program Wisata Medis Akhir Januari 2026
Dalam posisinya sebagai kekuatan penyeimbang, partai memiliki tanggung jawab mengawal kebijakan negara agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan sosial.
Megawati juga mengingatkan bahwa menghadapi pemerintahan tidak boleh dilakukan dengan kemarahan atau konfrontasi tanpa substansi, karena kritik yang kehilangan arah justru dapat melemahkan pesan perjuangan politik.
Dalam konteks demokrasi, Megawati menilai pemerintah bukanlah lawan personal, melainkan institusi yang kebijakannya sah untuk dikritisi secara terbuka dan konstruktif.
Ia mendorong agar diskursus politik nasional tidak hanya terfokus pada stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencakup isu keadilan sosial, kedaulatan pangan dan energi, keberlanjutan lingkungan, serta kualitas demokrasi.
“PDI Perjuangan harus menjadi ruang harapan rakyat, terutama ketika negara kuat secara kelembagaan tetapi belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan,” katanya.
Megawati menegaskan perjuangan partai harus dilakukan secara menyeluruh, baik melalui kerja legislasi di parlemen maupun penguatan gerakan politik di tingkat akar rumput.
“Kekuatan politik sejati lahir dari kepercayaan dan partisipasi rakyat, bukan dari kedekatan dengan kekuasaan,” tutup Megawati.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 4 Oktober 2026 Segera Berakhir, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2BMKG Ungkap Penyebab Hujan di Palembang Hari Ini
- 3Harga Emas Perhiasan Palembang Bergerak Naik Hari Ini, Tertinggi Rp13,9 Juta per Suku
- 45 Zodiak dengan Ramalan Menarik Akhir Pekan Ini, Cek Peruntunganmu
- 5Harga Emas Perhiasan Palembang Turun Tipis Hari Ini, Cek Rincian Terbarunya
- 65 Ramalan Zodiak Senin 26 Oktober 2026, Cek Peruntungan Cinta hingga Karier
- 7Sumsel United Curi Poin di Menit Akhir, Nasuha Siapkan Evaluasi Jelang Hadapi Semen Padang
- 8Palembang Diguyur, Warga Bersyukur di Tengah Kabut Asap
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








