Sumsel

Tak Main-main, Prabowo Ancang-ancang Panggil Mantan Bos BUMN

Maman Suparman | 3 Februari 2026, 10:00 WIB
Tak Main-main, Prabowo Ancang-ancang Panggil Mantan Bos BUMN

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintahannya untuk memberantas korupsi hingga ke akar-akarnya, termasuk menindak para pejabat dan mantan petinggi BUMN yang terbukti merugikan keuangan negara.

Dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah yang digelar di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026), Prabowo secara tegas mengultimatum jajaran pimpinan BUMN masa lalu agar tidak menghindar dari tanggung jawab hukum.

Ia menegaskan, siapapun yang terlibat dalam praktik merugikan negara akan dimintai pertanggungjawaban oleh aparat penegak hukum.

“Saya katakan, pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan enak-enakan. Siap-siap dipanggil kejaksaan,” tegas Prabowo di hadapan para kepala daerah dan pejabat pusat.

Prabowo mengungkapkan keheranannya terhadap jumlah perusahaan BUMN yang mencapai lebih dari 1.000 entitas. Menurutnya, kondisi tersebut tidak masuk akal dari sisi manajemen dan membuka celah terjadinya penyimpangan.

Ia menilai, banyaknya jumlah BUMN justru menjadi modus untuk mengaburkan pengelolaan aset negara.

Baca Juga: Impor BBM Akan Ditekan, Prabowo Fokuskan DEN Wujudkan Swasembada Energi

“Bayangkan, lebih dari 1.000 perusahaan. Siapa yang bisa mengelola sebanyak itu? Ini akal-akalan,” ujarnya.

Sebagai langkah pembenahan, pemerintahan Prabowo membentuk Sovereign Wealth Fund (SWF) bernama Danantara, yang berfungsi menghimpun seluruh kekuatan ekonomi negara dalam satu sistem manajemen terpusat.

Melalui Danantara, aset negara dengan nilai lebih dari USD 1 triliun atau sekitar USD 1.040 miliar Asset Under Management akan dikelola secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel.

“Dulu aset itu terpecah-pecah di lebih dari 1.000 perusahaan. Sekarang kita satukan. Ini bukti keseriusan kita,” kata Prabowo.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya tidak gentar terhadap kritik maupun ejekan yang menyebut dirinya hanya pandai berpidato. Ia menekankan, langkah hukum terhadap pihak-pihak bermasalah akan menjadi bukti nyata komitmen pemerintahannya.

“Mereka bilang Prabowo cuma bisa bicara di podium. Oh ya? Tunggu saja. Jangan nantang saya. Saya hanya takut kepada rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia