Impor BBM Akan Ditekan, Prabowo Fokuskan DEN Wujudkan Swasembada Energi

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Dewan Energi Nasional (DEN) untuk menyusun dan menjalankan kebijakan penghentian impor bahan bakar minyak (BBM) secara bertahap sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional.
Arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo kepada Ketua Harian DEN, Bahlil Lahadalia, usai pelantikan keanggotaan Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Bahlil menegaskan bahwa pelantikan anggota DEN menjadi momentum penting dalam penataan ulang kebijakan energi nasional dengan menempatkan sektor energi sebagai salah satu prioritas utama pembangunan pemerintah.
“Bapak Presiden menekankan pentingnya kedaulatan energi, ketahanan energi, kemandirian energi, hingga pada akhirnya mencapai swasembada energi. DEN menjadi salah satu instrumen negara untuk merumuskan arah kebijakan dan roadmap energi nasional,” ujar Bahlil.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan empat fokus utama yang harus dijalankan DEN. Pertama, menjaga kedaulatan energi nasional agar kebijakan energi tidak dipengaruhi oleh kepentingan pihak mana pun.
Baca Juga: Prabowo Bahas Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris, Fokus Pengembangan SDM Unggul
Kedua, memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, cadangan BBM nasional hanya mampu memenuhi kebutuhan sekitar 21 hari. Pemerintah menargetkan peningkatan cadangan hingga tiga bulan melalui pembangunan fasilitas penyimpanan BBM di berbagai wilayah strategis.
“Ketahanan energi kita masih sekitar 21 hari. Ke depan akan ditingkatkan menjadi tiga bulan dengan pembangunan storage,” jelas Bahlil.
Arahan ketiga adalah mendorong kemandirian energi dengan mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. Saat ini, Indonesia masih mengimpor lebih dari 30 juta kiloliter BBM per tahun, baik jenis solar maupun bensin.
Sementara itu, arahan keempat adalah menjadikan swasembada energi sebagai tujuan akhir pembangunan sektor energi nasional. Pengurangan impor BBM akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kapasitas produksi dalam negeri.
“Impor BBM kita saat ini sekitar 30 juta kiloliter per tahun. Ini akan ditekan secara bertahap sampai tujuan akhirnya tercapai, yaitu swasembada energi,” katanya.
Bahlil menambahkan, pemerintah telah menyelesaikan penyusunan roadmap kebijakan energi nasional dan kini memasuki tahap implementasi. Pelaksanaan kebijakan tersebut akan didukung oleh kerja sama internasional serta penguatan kelembagaan di sektor energi.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) guna mempercepat realisasi kebijakan kedaulatan dan ketahanan energi nasional.
“Roadmap sudah selesai dan sekarang masuk tahap implementasi. Termasuk kerja sama dengan negara lain dan penguatan organisasi. Perpres-nya sedang dalam proses,” pungkas Bahlil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Motorola Moto G37, Moto G77 Power dan Moto G67 Resmi Rilis di Indonesia, Ini Spesifikasi dan Harganya
- 2Daftar 18 Perusahaan Penyumbang Hotspot Karhula di Palembang Versi Walhi
- 3Ramalan Zodiak Hari Ini 9 Oktober 2026, 5 Zodiak Ini Punya Peluang Baik dalam Karier dan Asmara
- 422 Ribu Lebih Hotspot di Lahan Konsensi, 12 Perusahaan di Sumsel Disegel
- 55 Ramalan Zodiak Hari Ini 7 Oktober 2026, Ada yang Berpeluang Hoki
- 6Harga TBS Sawit Sumsel Awal Oktober 2026 Turun, Segini Besaran per Kg Berdasarkan Umur Tanaman
- 7Harga Emas Perhiasan Palembang Hari Ini Tak Bergerak Naik, Cek Rinciannya di Sini
- 8Siapa Mitchell Baker? Penyerang Timnas Indonesia yang Jadi Top Skor FIFA ASEAN Cup 2026
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









