Populasi Lansia di Sumsel Tersebar Secara Tidak Merata, Ini Alasannya

AKURAT.CO SUMSEL Berdasarakan data BPS Sumsel tahun 2023, populasi lansia di Sumatera Selatan tersebar secara tidak merata di berbagai wilayah kabupaten/kota, dengan persentase yang bervariasi antara 7% hingga 11%.
Berdasarkan data tersebut kabupaten dengan persentase lansia tertinggi adalah Kabupaten OKU Timur (10,98%), diikuti oleh Kota Pagar Alam (10,90%), Kota Palembang (10,88%), dan Kabupaten Lahat (10,63%).
Sebaliknya, Kabupaten PALI (7,90%), Kota Prabumulih (8,38%), dan Kabupaten Musi Banyuasin (8,38%) mencatat persentase lansia terendah.
Dari perspektif gender, lansia laki-laki tertinggi berada di Kabupaten OKU Timur (10,82%), sementara yang terendah di Kabupaten PALI (7,43%). Untuk lansia perempuan, Kota Palembang mencatat persentase tertinggi (11,76%) dan Kabupaten Musi Banyuasin terendah (8,38%).
Data menunjukkan komposisi lansia di setiap kabupaten/kota bervariasi, tetapi ada pola yang mencolok beberapa daerah memiliki mayoritas lansia laki-laki, seperti OKI, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, OKU Selatan, OKU Timur, dan Empat Lawang. Sementara itu, kabupaten/kota lainnya mayoritas lansianya adalah perempuan.
Baca Juga: Antisipasi Pungli pada PPDB 2024, Ombudsman Sumsel Buka Posko Pengaduan
Namun, di balik angka demografi ini, terdapat tantangan serius dalam hal pendidikan. Sebagian besar penduduk lansia di Sumatera Selatan memiliki tingkat pendidikan yang rendah.
Sekitar 38,98% dari mereka tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD, dan 37,47% hanya tamat SD. Hanya sekitar 23,55% lansia yang menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP atau lebih tinggi.
Perbedaan tingkat pendidikan juga terlihat berdasarkan gender. Lansia laki-laki cenderung memiliki pendidikan yang lebih baik dibandingkan perempuan. Persentase lansia laki-laki yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat SD masing-masing sebesar 4,27% dan 27,13%, jauh lebih rendah dibandingkan lansia perempuan yang mencapai 9,01% dan 33,74%.
Ketimpangan ini mengungkapkan tantangan ganda bagi Sumsel selain harus menghadapi kebutuhan khusus lansia yang semakin meningkat, juga harus memprioritaskan peningkatan akses pendidikan bagi generasi yang lebih muda agar tidak mengulangi siklus rendahnya pendidikan. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1BMKG Prediksi Sumsel Akan Dilanda Hujan Besok, Palembang Berpotensi Sore dan Malam
- 2Siap-siap, Kemensos dan PT Pos Siapkan Skema Baru Penyaluran Bansos
- 3Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 4BMKG Prediksi 15 Daerah di Sumsel Masih Dilanda Hujan Besok Rabu 23 September 2026
- 5HP Realme 16 Pro Edisi Harry Potter Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 6Ramalan Zodiak Cancer Hari Ini 23 September 2026: Jangan Terburu-buru Ambil Keputusan
- 7Cek Harga Emas Perhiasan di Palembang Selasa 22 September 2026, Naik atau Turun?
- 8Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Segera Berakhir, Cek Status Pencairanmu Segera
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








