Sumsel

Serba-Serbi Wacana Pembatasan Pembelian Pertalite: dari Desil hingga Jenis Kendaraan

Septiyanti Dwi Cahyani | 22 Agustus 2026, 13:34 WIB
Serba-Serbi Wacana Pembatasan Pembelian Pertalite: dari Desil hingga Jenis Kendaraan
Ilustrasi pertalite.

AKURAT.CO SUMSEL - Pembahasan wacana pemerintah soal pembatasan pembelian Pertalite tak kunjung berakhir.

Terbaru, pemerintah kembali mewacanakan pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan jenis kendaraan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap pemerintah bakal makin ketat membatasi distribusi BBM subsidi jenis Pertalite.

Baca Juga: Prabowo Tiba di Kalbar, Turun Langsung Tangani Karhutla

Kata Airlangga, pembatasan itu bakal mengacu pada jenis kendaraan.

Nantinya jenis kendaraan tertentu tak lagi diperbolehkan mengisi Pertalite.

Dijelaskan Airlangga, dari jenis kendaraan dapat diketahui tingkat kesejahteraan pemiliknya.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang di Akhir Pekan Kompak Turun, Cek Rincian Terbarunya

Meski begitu, belum ada skema terkait pembatasan Pertalite.

Airlangga juga belum secara gamblang menyebutkan jenis kendaraan yang nantinya tak lagi bisa mengisi BBM RON 90 Pertamina tersebut.

Sebelumnya sempat mencuat pembatasan Pertalite berdasarkan kapasitas mesin mobil.

Baca Juga: Hamas Kecam Pelonggaran Doa Yahudi di Al-Aqsa, Status Quo Yerusalem Kembali Memanas

Dulu kabarnya pembatasan Pertalite akan berlaku untuk mobil dengan kapasitas maksimal 1.400 cc.

Sedangkan untuk solar subsidi, kapasitas mesin kendaraan maksimal 2.000 cc.

Untuk diketahui, konsumsi Pertalite saat ini sebenarnya sudah dibatasi.

Baca Juga: Resep Ikan Sarden Rumahan, Saus Tomat Pedas Gurih yang Bikin Nasi Hangat Makin Nikmat

Pembatasan pembelian Pertalite ini untuk kendaraan bermotor perseorangan untuk angkutan orang dan/atau barang roda empat paling banyak 50 liter/hari/kendaraan.

Konsumsi solar pun demikian, maksimal satu hari mendapat jatah 50 liter. Pembelian BBM subsidi itu juga wajib dilakukan menggunakan barcode myPertamina.

Di sisi lain, Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha sempat mengungkap bila skema pembatasan menggunakan jenis kendaraan dan kapasitas mesin, maka pemerintah bisa menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 15 persen.

Baca Juga: Perang Panas Lagi, Trump Ancam Beri Sanksi pada Negara-negara Pendukung Iran

Pembatasan itu juga berlaku untuk kendaraan pelayanan umum.

Seperti mobil ambulance, mobil jenazah, mobil pemadam kebakaran, dan mobil pengangkut sampah paling banyak 50 liter per hari per kendaraan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.