Sumsel

Perang Panas Lagi, Trump Ancam Beri Sanksi pada Negara-negara Pendukung Iran

Septiyanti Dwi Cahyani | 22 Agustus 2026, 09:00 WIB
Perang Panas Lagi, Trump Ancam Beri Sanksi pada Negara-negara Pendukung Iran
Presiden AS Donald Trump - Indiatoday

AKURAT. CO SUMSEL - Rumor kesepakatan damai antara Amerika Serikat dengan Iran yang disebut sedang diusahakan nampaknya akan kembali gagal terwujud.

Ketegangan di antara kedua negara tersebut dilaporkan kembali memanas akhir-akhir ini.

Bukan hanya perang militer, As dan Iran juga kini secara terang-terangan mulai adu klaim wilayah.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Insidious Out of The Further

Sebelumnya, Trump dilaporkan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai bagian dari AS.

Iran pun langsung membalas dengan mengklaim California.

Tak sampai di situ saja, Trump juga dikabarkan sedang bersiap memperketat tekanan ekonomi terhadap Iran setelah Presiden Donald Trump mengancam menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang masih memberikan dukungan bagi Teheran.

Baca Juga: Jadwal Bioskop CGV XXI Palembang Sabtu 22 Agustus 2026: Ada Spider Man hingga Insidious 6

Trump menyebut rencana tersebut sebagai "Economic D-Day" dan mendesak seluruh sekutu AS untuk membantu mengisolasi Iran.

Negara atau pihak yang masih membeli minyak, memfasilitasi transaksi keuangan, maupun membantu pengiriman komoditas Iran terancam menghadapi hukuman dari AS.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang mengatakan strategi tekanan ekonomi maksimum diharapkan dapat mengurangi kebutuhan Amerika untuk kembali melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.

Baca Juga: Karhutla di Pangkalan Lampam OKI Meluas, 85 Hektare Lahan Gambut Terbakar

Bessent menyatakan Washington akan memberikan pilihan tegas kepada negara-negara yang masih berhubungan ekonomi dengan Iran.

Tekanan tersebut akan berjalan bersamaan dengan blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran di Teluk Oman.

Bessent menyebut pemerintah Amerika tengah menyiapkan sanksi yang lebih ketat dan akan menjelaskan langkah tersebut dalam konferensi pers pada Senin (24/8/2026).

Baca Juga: Sumsel Siapkan 66 Ribu Hektare untuk Perluasan Sawit, Pemprov Pastikan Lahan Tak Sembarangan Dibuka

Cina Bereaksi Keras

Menanggapi pernyataan Bessent, juru bicara Kedutaan Besar Cina di Washington mengatakan tekanan dan sanksi bukan jalan keluar bagi persoalan Iran.

Menurutnya, sanksi dan tekanan tidak membantu menyelesaikan masalah.

Baca Juga: Dana Transfer Pusat Berkurang, Sumsel Optimalkan Pendapatan Daerah

Cina menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk mengambil tindakan yang bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara politik dan diplomatik. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.