Sumsel

Bukan Sumsel, Jawa Timur Catat Angka Tertinggi Hotspot Terbanyak di Indonesia

Atiek Widyastuti | 17 Agustus 2024, 17:49 WIB
Bukan Sumsel, Jawa Timur Catat Angka Tertinggi Hotspot Terbanyak di Indonesia

AKURAT.CO SUMSEL Dalam 24 jam terakhir, sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat adanya 531 titik panas (hotspot) di berbagai wilayah Indonesia.

Jumlah ini menunjukkan penurunan 204 titik dibandingkan periode sebelumnya, namun masih menjadi perhatian utama terkait risiko kebakaran hutan dan lahan.

Data ini diperoleh dari pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (17/8/2024) pukul 16.16 WIB. Dari 531 titik panas tersebut, 18 di antaranya dikategorikan sebagai hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, 498 berada pada skala sedang, dan 15 titik memiliki skala rendah.

Tingkat kepercayaan ini penting untuk mengukur potensi kebakaran, dengan skala rendah berada di rentang 0-29, sedang 30-79, dan tinggi 80-100.

Jawa Timur menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencatat 86 titik. Kalimantan Utara menyusul dengan 63 titik, diikuti oleh Kepulauan Bangka Belitung dengan 57 titik.

Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Jawa Tengah (53 titik), Kalimantan Timur (44 titik), Nusa Tenggara Timur (44 titik), dan Sulawesi Selatan (34 titik).

Baca Juga: Di HUT ke-79 RI, Megawati Serukan Pentingnya Hak Rakyat dalam Pilkada

Titik panas merupakan indikasi adanya temperatur permukaan yang lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, yang sering kali terkait dengan potensi kebakaran hutan dan lahan.

Meskipun tidak selalu berarti kebakaran aktif, banyaknya titik panas yang muncul di suatu wilayah dapat mengindikasikan adanya risiko yang perlu segera diantisipasi.

Pemantauan titik panas melalui satelit tetap menjadi metode yang paling efektif untuk mendeteksi dan memantau kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang luas.

KLHK terus memanfaatkan data ini untuk mengoordinasikan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan, bekerja sama dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
H
Editor
Hermanto