Melihat Janji Pendidikan dan Berobat Gratis dari Tiga Cawagub Sumsel dalam Debat Publik Kedua

AKURAT.CO SUMSEL Pendidikan dan kesehatan merupakan dua hak dasar yang harus dimiliki setiap warga negara, sebagaimana tertuang dalam UUD 1945 Pasal 31 tentang hak pendidikan dan Pasal 34 tentang hak kesehatan.
Dalam debat publik kedua calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (10/11/2024) di Hotel Novotel Palembang, tiga kandidat Wakil Gubernur mengemukakan komitmen mereka untuk memprioritaskan pendidikan dan kesehatan jika terpilih memimpin Sumsel lima tahun mendatang.
Debat publik yang menampilkan Cawagub nomor urut 1 Cik Ujang, nomor urut 2 Riezky Aprilia, dan nomor urut 3 RA Anita Noeringhati ini menjadi ajang bagi ketiganya untuk memaparkan visi dan misi dalam memajukan Sumatera Selatan. Ketiganya menggarisbawahi pentingnya pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah yang berkeadilan dan inklusif.
Dalam pemaparannya, Cawagub nomor urut 1, Cik Ujang yang berpasangan dengan Herman Deru, menyampaikan visinya yang bertajuk "Sumsel Maju Terus untuk Semua".
Ia menjelaskan bahwa visi ini berfokus pada pemerataan dan keberlanjutan pembangunan di Sumsel dengan mengusung tujuh misi utama untuk mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Sumsel.
“Pembangunan tidak boleh terhenti di sini. Kami telah merancang 12 program prioritas yang akan menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mempercepat pembangunan Sumatera Selatan,” ungkap Cik Ujang dengan penuh optimisme. Ia menekankan bahwa pemimpin yang baik harus hadir untuk rakyat, bekerja keras mewujudkan harapan mereka, serta menjaga amanah yang diberikan masyarakat.
Cik Ujang mengakhiri pemaparannya dengan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan Sumsel yang lebih sejahtera dan berkeadilan, sebuah komitmen yang disambut hangat oleh para hadirin.
Sementara itu, Cawagub nomor urut 2, Riezky Aprilia yang berpasangan dengan Eddy Santana Putra, turut memaparkan visi dan misinya yang sejalan dengan aspirasi membangun Sumsel menjadi provinsi yang maju dan berdaya saing.
Menurut Riezky, peran seorang wakil gubernur sangat penting dalam mendukung pemerintah daerah menjalankan fungsi pemerintahan dan memastikan terlaksananya program-program pembangunan.
Baca Juga: Malam Ini! Debat Kedua Pilkada Palembang Fokus pada Pembangunan dan Penyelesaian Masalah Kota
“Sebagai wakil gubernur, tugas kami adalah mendampingi gubernur dalam urusan pemerintahan daerah serta mengoordinasikan satuan kerja perangkat daerah. Kami siap memastikan bahwa program-program yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik,” papar Riezky.
Ia menambahkan, program kerja mereka mencakup berobat gratis, sekolah gratis, serta pengembangan infrastruktur yang memadai.
Lebih lanjut, Riezky menjelaskan bahwa visinya sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam hal peningkatan sumber daya manusia, teknologi, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu, program mereka juga menekankan pentingnya kesetaraan gender, pemberdayaan pemuda, serta dukungan terhadap penyandang disabilitas.
Di sisi lain, Cawagub nomor urut 3, RA Anita Noeringhati, mengusung visi untuk membangun Sumatera Selatan yang inklusif dan merata, serta berdaya saing.
Anita mengajak seluruh elemen masyarakat, dari petani, nelayan, buruh, hingga ibu rumah tangga, untuk bersama-sama membangun Sumsel. Ia menegaskan bahwa pembangunan harus dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah dan semua daerah memiliki akses listrik yang memadai,” ujar Anita dengan penuh keyakinan. Ia menambahkan bahwa dalam lima tahun ke depan, program pemerintah akan berfokus pada pembangunan menyeluruh dan merata, termasuk peningkatan kualitas layanan sosial dan infrastruktur ekonomi.
Anita juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran untuk pemberdayaan perempuan serta pembangunan infrastruktur yang akan membuka peluang kerja.
“Kami berkomitmen untuk memastikan tidak ada jalan dan jembatan yang rusak, tidak ada daerah yang tidak teraliri listrik, dan tidak ada anak yang putus sekolah. Sumatera Selatan harus bangkit bersama-sama,” pungkasnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








