Sumsel

Kenapa Gen Z Cepat Lelah? Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Menguras Energi

Kurnia | 24 September 2026, 11:00 WIB
Kenapa Gen Z Cepat Lelah? Ternyata 5 Kebiasaan Ini Bisa Menguras Energi
ilustrasi

AKURAT.CO SUMSEL Generasi Z atau Gen Z dikenal sebagai generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan akses informasi yang cepat.

Dalam keseharian, banyak aktivitas dapat dilakukan secara bersamaan.

Membalas pesan sambil mengerjakan tugas, mengikuti rapat sembari membuka media sosial, hingga berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya menjadi hal yang cukup umum.

Kebiasaan tersebut memang terlihat produktif. Namun, terlalu sering melakukan banyak aktivitas sekaligus juga dapat membuat energi cepat terkuras.

Rasa lelah tidak selalu muncul karena aktivitas fisik. Beban pikiran, paparan informasi dan kurangnya waktu untuk benar-benar beristirahat juga dapat memengaruhi kondisi seseorang.

Lantas, apa saja yang membuat Gen Z mudah merasa kehabisan energi?

Berikut 5 alasan Gen Z sangat mudah kehabisan energi.

1. Terlalu Sering Multitasking

Multitasking sering dianggap sebagai cara untuk menyelesaikan banyak pekerjaan dalam waktu singkat.

Padahal, otak sebenarnya perlu berpindah fokus ketika seseorang mengerjakan beberapa hal secara bergantian. Perpindahan perhatian yang terus-menerus dapat membuat pekerjaan terasa lebih melelahkan.

Baca Juga: Daftar Bansos Cair Akhir September 2026: PKH, BPNT, hingga Beras 30 Kg

Misalnya, seseorang sedang mengerjakan tugas tetapi harus berulang kali mengecek notifikasi, membalas pesan dan membuka media sosial.

Akibatnya, konsentrasi mudah terpecah dan energi mental lebih cepat terkuras.

2. Terlalu Banyak Paparan Informasi

Gen Z hidup dalam lingkungan yang dipenuhi informasi.

Berita, video pendek, pesan instan, notifikasi aplikasi hingga berbagai unggahan media sosial dapat muncul sepanjang hari.

Terlalu banyak informasi yang masuk membuat seseorang harus terus memproses berbagai rangsangan.

Jika tidak dibatasi, aktivitas digital tersebut dapat membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat meskipun tubuh sedang tidak melakukan aktivitas berat.

3. Sulit Memisahkan Waktu Kerja dan Istirahat

Perangkat digital membuat pekerjaan dan komunikasi dapat dilakukan hampir kapan saja.

Pesan dari rekan kerja, tugas kuliah atau sekolah, hingga berbagai urusan lainnya bisa masuk melalui smartphone.

Kondisi tersebut membuat sebagian orang tetap memikirkan pekerjaan ketika sebenarnya sudah memasuki waktu istirahat.

Batas yang tidak jelas antara waktu produktif dan waktu pribadi dapat membuat tubuh dan pikiran tidak mendapatkan jeda yang cukup.

4. Mengejar Banyak Hal Sekaligus

Keinginan untuk berkembang di berbagai bidang juga dapat membuat aktivitas sehari-hari semakin padat.

Selain sekolah atau pekerjaan, seseorang mungkin ingin membangun bisnis sampingan, membuat konten, berolahraga, bersosialisasi dan tetap mengikuti berbagai kegiatan lainnya.

Memiliki banyak tujuan memang bukan sesuatu yang buruk. Namun, terlalu banyak target dalam waktu bersamaan dapat membuat seseorang kesulitan menentukan prioritas.

Jika semua hal dianggap harus dikerjakan sekaligus, rasa lelah dan kewalahan pun lebih mudah muncul.

5. Kurang Memberikan Waktu untuk Istirahat

Kesibukan yang padat terkadang membuat istirahat dianggap sebagai kegiatan yang bisa ditunda.

Waktu luang justru digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan lain atau terus berselancar di media sosial.

Padahal, tubuh dan pikiran membutuhkan waktu untuk memulihkan energi.

Istirahat yang cukup dan memberikan jeda dari layar dapat membantu seseorang kembali fokus ketika harus menjalani aktivitas berikutnya.

Jangan Samakan Sibuk dengan Produktif

Banyaknya aktivitas yang dilakukan dalam sehari tidak selalu berarti seseorang lebih produktif.

Kemampuan menentukan prioritas, mengatur waktu dan memberikan jeda untuk beristirahat juga menjadi bagian penting dari produktivitas.

Karena itu, mengurangi kebiasaan multitasking, membatasi distraksi digital dan menyediakan waktu istirahat dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga energi tetap terjaga.

Baca Juga: Infinix Xbook 14 Neo Rilis di Indonesia, Harga Mulai Rp 7,9 Juta

Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut sebaiknya tidak hanya dianggap sebagai akibat terlalu sibuk dan dapat dipertimbangkan untuk dikonsultasikan dengan tenaga profesional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia