Sumsel

5 Jenis Kopi Robusta Asal Sumatera Selatan, Ada yang Tembus Pasar Internasional

St Shofia Munawaroh | 22 April 2025, 07:00 WIB
5 Jenis Kopi Robusta Asal Sumatera Selatan, Ada yang Tembus Pasar Internasional

AKURAT. CO SUMSEL - Sumatera Selatan dikenal sebagai daerah penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia.

Produksi kopi mereka bisa mencapai 20.000 ton per tahun.

Kopi-kopi ini tersebar di seluruh Indonesia bahkan ada yang sudah masuk tembus pasar dunia.

Baca Juga: Boy Pohan Puji Sasana Tinju Pusri, Harapkan Geliat Tinju di Sumsel Terus Menyala

Kopi robusta sendiri adalah jenis kopi yang memiliki aroma dan citarasa yang kuat serta memiliki kadar kafein yang lebih tinggi.

Kopi ini ditandai dengan bentuk bijinya yang lebih bulat dan bisa tumbuh di atas ketinggian 400-700 mdpl dengan suhu 21-24 derajat celcius.

Berikut adalah beberapa jenis kopi robusta yang berasal dari daerah Sumatera Selatan:

Baca Juga: Istri Sah Eks Anggota DPRD Palembang Bantah Soal Asmara, Sukri Zen Minta Pengembalian Surat Tanah

1. Kopi Dempo Pagar Alam

Kopi Dempo Pagar Alam merupakan jenis kopi robusta yang paling banyak ditemui di Sumatera Selatan.

Kopi ini memiliki rasa pahit dan gurih yang pas. Selain itu aroma kopi dempo Pagar Alam memiliki aroma yang khas dan air seduhan yang kental.

Baca Juga: Penduduk Sumsel Makin Konsumtif? Palembang Juaranya, Ini Daftar Kota dengan Pengeluaran Tertinggi di Sumsel 2024

Kopi ini banyak ditanam di perkebunan Basemah, Kota Pagar Alam.

Perkebunan Basemah terletak di dataran tinggi sekitar lereng Gunung Dempo.

2. Kopi Semendo Muara Enim

Baca Juga: Pertina Sumsel Didukung Sasana Tinju Pusri Sukses Gelar Ujian dan Pelatihan Pelatih dan Wasit/Hakim Tingkat Daerah

Kopi Semendo Muara Enim menjadi kopi robusta paling terkenal di Sumatera Selatan.

Kopi ini memiliki warna yang lebih pekat dan bertekstur tebal dibanding kopi-kopi Sumsel lainnya.

Kopi Semendo berasal dari Desa Semende, Kabupaten Muarah Enim yang merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Sumsel.

Baca Juga: Dukung Healthy Tourism, Gubernur Sumsel Minta RS Prabumulih Miliki Layanan Unggulan

Kopi Semendo banyak ditemui di perkebunan daerah pegunungan Bukit Barisan, Sumsel.

Biji kopinya sudah banyak diseduh di kedai-kedai kopi kota Palembang bahkan tembus pasar dunia, tepatnya di negara Malaysia dan Australia. 

3. Kopi Empat Lawang

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Turun, Dinas Perkebunan Soroti Dampak Kebijakan Global

Kopi Empat Lawang adalah jenis kopi robusta yang lebih dikenal dengan sebutan kopi selangit.

Jenis kopi ini merupakan hasil pencampuran antara kopi arabika dan kopi robusta.

Wujud aslinya seperti kopi robusta, akan tetapi aromanya seperti jenis kopi arabika.

Baca Juga: Produksi Batu Bara Sumsel Triwulan I Capai 17 Juta Ton, Target Tahunan Masih Bisa Tercapai

Kopi ini berasal dari petani kopi di beberapa kecamatan di Kabupaten Empat Lawang seperti Kecamatan Ulu Musi, Talang Padang, Pendopo, Kintangkanan, Muara Pinang dan Paiker.

4. Kopi Ranau OKU Selatan

Kopi Ranau OKU Selatan dikenal sebagai kopi robusta dengan kualitas tinggi.

Baca Juga: Musim Pancaroba, Warga Palembang Diingatkan Waspadai ISPA dan DBD

Kopi ini banyak ditemukan di Mekakau Ilir, Kisam Tinggi, Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Buay Pemaca, dan Pulau Beringin.

Kopi ranau memiliki rasa yang khas karena proses pengolahannya yang masih tradisional. 

5. Kopi Musi Rawas

Baca Juga: Permintaan Ekspor Tinggi, Harga Kelapa dan Santan Melejit di Sumsel

Kopi robusta dari Musi Rawas memang kurang dikenal jika dibanding dengan kopi Dempo Pagar Alam atau Kopi Semendo Muara Enim.

Kopi ini memiliki aroma seperti cokelat dam rempah-rempah dengan rasa yang sedikit asam.

Kopi jenis ini banyak ditemukan di dataran tinggi Kabupaten Musi Rawas.

Proses pengolahannya terbilang sedikit lebih lama dibanding kopi jenis lain dikarenakan para petani masih menggunakan cara-cara lama yang sudah turun temurun sejak puluhan tahun lalu. 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.