Sumsel

Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumsel, BMKG Ungkap Potensi Cuaca Beberapa Hari ke Depan

Kurnia | 23 September 2026, 14:56 WIB
Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Sumsel, BMKG Ungkap Potensi Cuaca Beberapa Hari ke Depan
Ilustrasi - Hujan lebat disertai angin kencang.

AKURAT.CO SUMSEL Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel), termasuk Kota Palembang, setelah daerah tersebut sebelumnya menghadapi periode kemarau panjang yang turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Turunnya hujan menjadi angin segar di tengah kondisi kering yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Selain membantu mengurangi dampak kekeringan, curah hujan juga berpotensi menekan aktivitas karhutla dan jumlah titik panas di wilayah Sumsel.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, mengatakan hujan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumsel berkaitan dengan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan.

Menurut dia, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Sumsel pada 19-23 September 2026 juga ikut berperan dalam memperkuat proses pembentukan awan hujan.

“Secara umum dapat disampaikan bahwa beberapa kejadian hujan yang terjadi secara sporadis di wilayah Sumsel termasuk di Kota Palembang, di samping karena kondisi dinamika atmosfernya mendukung untuk pembentukan awan hujan, tentu trigger dari kegiatan OMC Sumsel periode 19 sampai 23 September 2026 ini juga memperkuat pembentukan awan hujan yang terjadi di Sumsel,” kata Siswanto.

Gelombang Rosby Berpengaruh

Siswanto menjelaskan, peluang terjadinya hujan masih terbuka dalam beberapa hari ke depan. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi aktivitas gelombang Rosby yang diperkirakan berada di wilayah Sumsel pada 24-25 September 2026.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 23 September 2026, Cek Rincian Terbaru

Fenomena tersebut dapat meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan. Faktor atmosfer lainnya, seperti pola konvergensi dan belokan angin di sekitar Sumsel, turut mendukung terbentuknya awan konvektif yang menghasilkan hujan.

Dalam tiga hari mendatang, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari di sejumlah wilayah.

Daerah yang berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Selatan, Muara Enim, Ogan Ilir, dan Lahat.

Sementara itu, pada malam hingga dini hari, potensi hujan diprakirakan terjadi di Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, serta Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Hujan Diprakirakan Kembali Berkurang

Meski peluang hujan masih cukup terbuka dalam beberapa hari ke depan, kondisi tersebut diperkirakan tidak berlangsung sepanjang waktu.

Mulai 27 September hingga 1 Oktober 2026, potensi hujan di Sumsel diprakirakan kembali mengalami penurunan. Kondisi cuaca secara umum diprediksi berada pada kisaran berawan hingga hujan ringan.

Siswanto menyebut turunnya hujan saat ini memberikan dampak positif terhadap kondisi kekeringan dan karhutla yang sebelumnya terjadi di Sumsel.

“Pastinya dengan adanya hujan mampu mengurangi dampak kekeringan dan karhutla, terlihat dengan penurunan jumlah hotspot,” ujarnya.

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap dinamika cuaca. BMKG mengingatkan perubahan kondisi atmosfer masih dapat memicu cuaca ekstrem maupun bencana hidrometeorologi.

Masyarakat juga diimbau memeriksa informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. Informasi cuaca hingga tingkat desa dan kelurahan dapat dipantau melalui situs resmi BMKG maupun aplikasi InfoBMKG.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia