Sumsel

Pelaku Pengeroyokan Pedagang Pecel Lele Ditangkap, Akui Tusuk Korban dengan Tombak

Deny Wahyudi | 3 September 2026, 15:30 WIB
Pelaku Pengeroyokan Pedagang Pecel Lele Ditangkap, Akui Tusuk Korban dengan Tombak
Pelaku Pengeroyokan Pedagang Pecel Lele Ditangkap, Akui Tusuk Korban dengan Tombak

AKURAT.CO SUMSEL Aksi pengeroyokan terhadap pedagang pecel lele ayah dan anak di Jalan Merdeka, Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, akhirnya menemui titik terang.

Polisi menangkap satu dari sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Tersangka berinisial M Riansyah (18), warga Jalan Ratna, Lorong Sungai Tawar, Palembang.

Rian ditangkap polisi pada Rabu (2/9/2026), tidak jauh dari rumahnya. Ia diduga menjadi pelaku yang menusuk Nurafli (47) menggunakan senjata tajam hingga menyebabkan korban mengalami luka serius.

Kapolsek Ilir Barat I Kompol Fauzi Saleh mengatakan, polisi masih memburu dan menyelidiki keterlibatan pelaku lainnya.

"Satu tersangka pengeroyokan pedagang pecel lele ayah dan anak kami tangkap satu orang. Dia yang berperan menusuk korban Nurafli, untuk pelaku yang lainnya sedang kami selidiki," kata Fauzi, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga: Mantan Atlet Muay Thai Diduga Aniaya Rekan Kerja hingga Tewas di Palembang

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat itu, Destian (25) baru pulang berbelanja menggunakan sepeda motor. Di perjalanan, ia tiba-tiba dihadang dan diserang sekelompok orang yang tidak dikenal.

Destian berusaha menghindar dari serangan tersebut. Namun, ia mengalami luka gores pada lengan kanan dan paha kanan. Sepeda motor yang digunakannya juga mengalami kerusakan.

Setelah berhasil menjauh, Destian menghubungi ayahnya, Nurafli, untuk meminta dijemput.

Nurafli kemudian datang ke Jalan Merdeka untuk menjemput anaknya. Namun, keduanya justru kembali dikejar oleh kelompok tersebut.

Nurafli berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai sepeda motor. Nahas, ia terjatuh saat dikejar para pelaku.

Dalam kondisi korban terjatuh, Rian diduga langsung melakukan penusukan menggunakan tombak sepanjang sekitar 1,5 meter.

Senjata tersebut mengenai tubuh Nurafli hingga menembus bagian paru-parunya.

"Usai melakukan penusukan, Rian bersama kelompoknya melarikan diri. Nurafli kemudian dibantu Destian dan anaknya yang lain untuk dibawa ke rumah sakit," ujar Fauzi.

Dalam pemeriksaan, Rian mengaku dirinya bersama teman-temannya berada di bawah pengaruh minuman beralkohol saat melakukan aksi tersebut.

Sebelum kejadian, Rian dan enam temannya disebut sempat minum alkohol di kawasan 26 Ilir, Palembang.

Rian mengaku tidak memiliki motif khusus saat menghadang korban.

"Tidak ada motif, Pak. Kami habis minum miras terus menghadang anak dan bapak itu," kata Rian kepada penyidik.

Menurut pengakuannya, Rian merupakan satu-satunya pelaku yang menusuk Nurafli. Sementara teman-temannya disebut melakukan pemukulan dan merusak sepeda motor korban.

"Pertama satu teman saya namanya Pian yang pukul anaknya korban. Terus korban Nurafli lewat, Pian ngejar lagi sama saya sampai korban jatuh. Terus korban saya bacok. Kalau teman-teman yang lain cuma merusak motor korban," ujarnya.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia