Dimasukkan ke Grup Telegram, Warga Palembang Tergiur Trading hingga Rugi Rp30 Juta

AKURAT.CO SUMSEL Tawaran mendapatkan keuntungan dari trading melalui Telegram justru membuat DP (37), warga Palembang, kehilangan uang Rp30 juta.
DP mengaku menjadi korban dugaan penipuan setelah dimasukkan ke sebuah grup Telegram oleh akun yang tidak dikenalnya. Di dalam grup tersebut, ia kemudian ditawari mengikuti aktivitas trading dengan iming-iming keuntungan.
Kasus itu dilaporkan DP ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Selasa (25/8/2026) sore.
DP menceritakan, kejadian bermula pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIB ketika dirinya sedang berada di rumah di kawasan Jalan Gotong Royong, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.
Saat menggunakan telepon seluler, tiba-tiba sebuah akun Telegram yang tidak dikenal memasukkannya ke dalam sebuah grup.
Tak lama berselang, seseorang yang diduga sebagai terlapor menghubungi DP dan menawarkan skema trading yang disebut dapat memberikan keuntungan.
Baca Juga: Asap Karhutla Makin Pekat, Wali Kota Palembang Undur Jam Masuk Sekolah Jadi Pukul 08.00 WIB
Terlapor kemudian memberikan penjelasan sekaligus instruksi mengenai cara mengikuti trading tersebut. Karena tertarik dengan keuntungan yang ditawarkan, DP mengikuti arahan tersebut.
"Saya awalnya dimasukkan ke dalam grup Telegram oleh akun yang tidak saya kenal. Setelah itu saya dihubungi dan ditawari mengikuti trading dengan janji mendapatkan keuntungan," ujar DP.
Setelah mengikuti instruksi, DP diminta melakukan sejumlah transfer uang secara bertahap.
Tanpa menyadari adanya dugaan penipuan, korban terus mengirimkan uang sesuai arahan. Total dana yang telah ditransfer mencapai Rp30 juta.
Uang tersebut dikirim ke rekening Bank OCBC atas nama M. Ical Andika Mulyadi.
Selain melalui Telegram, komunikasi antara DP dan orang yang menawarkan trading tersebut juga berlanjut melalui WhatsApp.
Namun, keuntungan yang sebelumnya dijanjikan tak kunjung diterima.
Bukannya mendapatkan hasil dari trading, DP justru kembali diminta mengirimkan uang tambahan dengan alasan tertentu.
Kondisi tersebut akhirnya membuat korban curiga.
"Setelah saya melakukan transfer, terlapor kembali meminta uang tambahan. Saat itu saya mulai curiga karena keuntungan yang dijanjikan tidak pernah saya terima," katanya.
Merasa telah menjadi korban dugaan penipuan, DP kemudian menghentikan transaksi dan memilih melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.
Ia berharap penyidik dapat mengungkap identitas pihak yang menawarkan trading tersebut serta menelusuri aliran dana yang telah ditransfer.
"Saya berharap laporan ini bisa segera ditindaklanjuti dan pelakunya dapat ditemukan serta diproses sesuai hukum," harapnya.
Pamapta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Rifki Syerif, membenarkan laporan dugaan penipuan tersebut.
Menurutnya, laporan korban akan diteruskan kepada penyidik Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan.
"Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Rifki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 6BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









