Sumsel

Kapolrestabes Palembang Ultimatum Pelaku Kejahatan Jalanan: Ancam Nyawa Warga, Polisi Tak Segan Bertindak Tegas

Deny Wahyudi | 21 Agustus 2026, 17:13 WIB
Kapolrestabes Palembang Ultimatum Pelaku Kejahatan Jalanan: Ancam Nyawa Warga, Polisi Tak Segan Bertindak Tegas
Kapolrestabes Palembang Ultimatum Pelaku Kejahatan Jalanan: Ancam Nyawa Warga, Polisi Tak Segan Bertindak Tegas

AKURAT.CO SUMSEL Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku kejahatan jalanan yang beraksi di wilayah hukumnya.

Polisi menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi pelaku yang mengancam keselamatan dan jiwa masyarakat, terlebih jika melakukan perlawanan saat hendak diamankan.

Peringatan tersebut disampaikan setelah Satreskrim Polrestabes Palembang menangkap satu dari dua pelaku begal yang menyebabkan Adinda Dhea Fiji Lestari (21) meninggal dunia.

Pelaku bernama Alim Munandar (28) ditangkap ketika hendak menjual sepeda motor Honda Beat milik korban di kawasan Mata Merah, Palembang.

Sebelum ditangkap, keberadaan Alim telah dipantau polisi setelah petugas memperoleh informasi bahwa pelaku akan menjual motor hasil kejahatannya.

Baca Juga: Kapolrestabes Palembang Sebut Pelaku Begal Ditangkap di Kawasan Lemabang

"Jadi benar, satu dari dua pelaku begal terhadap korban Adinda sudah berhasil diringkus oleh anggota Satreskrim Polrestabes Palembang. Anggota mendapat informasi pelaku hendak menjual hasil kejahatannya berupa motor Honda Beat korban bernopol BG 5292 AEU," kata Sonny.

Petugas kemudian bergerak mengejar Alim hingga berhasil menangkapnya.

Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya sepeda motor Honda Beat milik korban, Honda Vario tanpa pelat nomor yang diduga digunakan pelaku saat beraksi, serta pakaian yang dikenakan saat melakukan pembegalan.

Kasus tersebut belum sepenuhnya tuntas. Polisi masih memburu satu pelaku lainnya yang telah diketahui identitasnya dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Untuk identitas sudah kita kantongi dan masih dalam pengejaran," tegas Sonny.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP M Jedi P menambahkan, proses penangkapan Alim sempat diwarnai perlawanan.

Petugas akhirnya memberikan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

"Pelaku terpaksa diberikan tindakan tegas terukur lantaran saat dilakukan penangkapan pelaku melakukan perlawanan," ujar Jedi.

Jedi menegaskan, pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan terhadap pelaku kejahatan jalanan yang membahayakan masyarakat maupun melawan petugas.

"Kami tidak segan-segan memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku kejahatan jalanan. Jika melawan, kami berikan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Di sisi lain, Kapolrestabes Palembang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas pada malam hari.

Imbauan tersebut terutama ditujukan kepada warga yang harus bepergian seorang diri di kawasan yang rawan terjadi kejahatan jalanan.

Sonny menyarankan warga yang harus beraktivitas pada malam hari untuk meminta pendampingan keluarga.

"Jangan pergi sendiri di malam hari. Jika memang ingin beraktivitas di malam hari untuk bekerja, sebaiknya diantar jemput keluarga," imbaunya.

Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya sekaligus mendalami rangkaian aksi begal yang menewaskan Adinda.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia