Kurir Antar Ponsel Rp4,4 Juta ke Kampus di Palembang, Paket Malah Diambil Orang yang Mengaku Kurir Shopee

AKURAT.CO SUMSEL Modus penipuan dengan mengatasnamakan dosen terjadi di Kota Palembang. Seorang kurir ekspedisi kehilangan paket ponsel senilai Rp4,4 juta setelah barang yang dikirim melalui sistem cash on delivery (COD) diambil orang lain.
Korban diketahui bernama Rico (36), warga Lorong Aman, Kecamatan Plaju, Palembang. Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polrestabes Palembang untuk ditindaklanjuti.
Peristiwa bermula ketika Rico mendapat tugas mengantarkan paket ponsel dengan sistem COD ke sebuah kampus di Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.04 WIB.
Saat tiba di lokasi, Rico tidak bertemu langsung dengan pemesan. Ia kemudian bertemu seorang petugas keamanan berinisial RK dan menitipkan paket tersebut untuk diserahkan kepada orang yang disebut sebagai dosen.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Ini Waktu Puncaknya dan Apakah Bisa Dilihat dari Indonesia?
"Saat itu saya mengantar barang COD. Pemesan barang itu merupakan dosen di TKP, mengatasnamakan dosen," kata Rico, Rabu (12/8/2026).
Karena pembayaran dilakukan dengan sistem COD, Rico kemudian menghubungi pemesan melalui WhatsApp untuk memastikan pembayaran paket.
Pemesan tersebut menjawab bahwa uang akan ditransfer dalam waktu lima menit.
"Saya tanya lewat WA soal pembayaran, katanya lima menit akan ditransfer," ujarnya.
Merasa pembayaran segera dilakukan, Rico meninggalkan kampus untuk melanjutkan pengantaran paket lainnya.
Namun, setelah beberapa waktu, uang yang dijanjikan tak kunjung masuk ke rekeningnya. Rico pun mulai curiga dan kembali ke kampus untuk memastikan keberadaan paket.
Saat ditanyakan kepada petugas keamanan, Rico justru mendapat informasi bahwa paket tersebut sudah diambil seseorang.
Orang tersebut disebut mengaku sebagai kurir dari Shopee.
"Barang sudah diambil terlapor yang mengaku sebagai kurir lain dari Shopee," ungkap Rico.
Rico kemudian mencoba menghubungi pemesan melalui WhatsApp. Namun, nomor teleponnya ternyata telah diblokir.
Paket ponsel seharga Rp4,4 juta itu pun telah berpindah tangan tanpa pembayaran. Akibat kejadian tersebut, Rico mengalami kerugian Rp4,4 juta dan memilih melaporkan kasus itu ke Polrestabes Palembang.
"Saya berharap pelaku ditangkap atas laporan saya," katanya.
Pa Mampta SPKT Polrestabes Palembang, Ipda Rifki Syarif, membenarkan adanya laporan tersebut. Polisi menerima laporan korban terkait dugaan penipuan dan penggelapan.
"Laporan akan segera kami serahkan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Rifki.
Polisi selanjutnya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku serta menelusuri keberadaan paket ponsel yang dibawa kabur tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









