Sumsel

Kamu Sering Melakukan Ini? Bisa Jadi Itu Respons dari Trauma yang Terpendam!

Maman Suparman | 23 April 2025, 21:09 WIB
Kamu Sering Melakukan Ini? Bisa Jadi Itu Respons dari Trauma yang Terpendam!

AKURAT.CO SUMSEL Banyak orang menjalani hidup dengan perilaku yang dianggap normal, padahal bisa jadi itu adalah bentuk pertahanan diri dari luka emosional yang belum disadari.

Trauma psikologis tidak selalu datang dalam bentuk dramatis. Kadang ia hadir diam-diam, bersembunyi di balik kebiasaan sehari-hari yang kita anggap "cuma karakter."

Menurut para ahli psikologi, respons trauma tidak selalu berupa tangisan atau ledakan emosi.

Ada banyak pola perilaku yang tampak biasa saja, tetapi sebenarnya merupakan upaya otak dan tubuh untuk melindungi diri dari rasa sakit yang pernah dialami.

Berikut 7 perilaku yang terlihat biasa namun bisa jadi merupakan respons dari trauma yang terpendam:

1. Terlalu Memikirkan Apa Kata Orang

Selalu ingin menyenangkan semua orang dan takut mengecewakan bisa jadi pertanda kamu pernah merasa tidak cukup dihargai atau dicintai di masa lalu.

2. Overthinking Setiap Hal Kecil

Kalau kamu sering mengulang-ulang skenario buruk dalam kepala, bisa jadi ini cara otakmu berjaga-jaga agar tidak terluka lagi. Trauma membuat kita jadi lebih waspada terhadap potensi ancaman, bahkan yang belum tentu terjadi.

3. Sulit Percaya Sama Orang Lain

Pernah dikhianati, dibohongi, atau ditinggalkan bisa bikin kamu membangun tembok tinggi terhadap hubungan baru. Kamu bukan tidak ingin dekat dengan orang, hanya saja takut disakiti lagi.

4. Sering Menarik Diri atau Menghindar

Bukannya malas bersosialisasi, tapi bisa jadi kamu sedang mengalami social burnout akibat trauma sosial yang belum pulih. Ini cara tubuh bilang: “aku butuh istirahat.”

5. Selalu Sibuk dan Tidak Bisa Diam

Aktif dan produktif itu bagus. Tapi kalau kamu gak bisa berhenti “bergerak”, bisa jadi kamu sedang menghindari waktu untuk sendiri karena takut harus menghadapi pikiran-pikiran lama yang menyakitkan.

6. Terlalu Perfeksionis

Perfeksionisme bisa muncul dari rasa takut membuat kesalahan. Ini sering dialami mereka yang tumbuh dalam lingkungan dengan tekanan tinggi atau penuh kritik.

7. Sulit Mengungkapkan Emosi

Diam bukan selalu tanda tenang. Kadang itu tanda seseorang terbiasa memendam emosi karena dulu setiap ekspresi emosinya dianggap salah atau tidak valid.

Mengenali tanda-tanda ini penting, bukan untuk menghakimi diri sendiri, tapi agar kita bisa lebih memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi dalam diri.

Trauma yang tidak disadari bisa memengaruhi hubungan, produktivitas, dan bahkan kesehatan fisik kita.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia