Sumsel

Gegara Nagih Angsuran Pembayaran, Seorang Wanita di Bawah Umur Jadi Korban Penganiayaan Oleh Nasabah

Maman Suparman | 20 Maret 2025, 18:50 WIB
Gegara Nagih Angsuran Pembayaran, Seorang Wanita di Bawah Umur Jadi Korban Penganiayaan Oleh Nasabah

AKURAT.CO SUMSEL Seorang remaja perempuan berusia 17 tahun, berinisial RR, warga Palembang, menjadi korban penganiayaan saat menagih angsuran pembayaran Bank Mekar.

Pelaku yang diduga merupakan nasabahnya sendiri, berinisial MR, melakukan kekerasan terhadap korban hingga mengalami luka lecet dan memar di beberapa bagian tubuh.

Atas kejadian tersebut, korban melaporkan insiden ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang pada Kamis 20 Maret 2025.

Menurut keterangan RR, peristiwa penganiayaan terjadi pada Senin 17 Maret 2025 sekitar pukul 19.00 WIB di depan rumah nasabah di Jalan Taqwa Mata Merah, Lorong Kampung Serang, Kelurahan Karya Mulia, Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

Saat itu, RR bersama rekannya datang ke rumah nasabah untuk menagih angsuran pembayaran. Namun, mereka hanya bertemu dengan anak nasabah, yakni MR, yang menyampaikan bahwa ibunya tidak ada di rumah dan meminta mereka kembali di lain waktu.

Beberapa jam kemudian, RR kembali mendatangi lokasi. Namun, MR justru terlihat marah dan langsung membentak korban.

Baca Juga: Polda Sumsel Musnahkan 17,53 Kg Sabu dan 1.032 Butir Ekstasi

"Dia bilang, "Ngapain datang lagi?" Saya menjawab kalau kami ingin menagih angsuran ibunya, tapi dia tetap marah. Terjadi cekcok mulut, sampai akhirnya kami menghubungi atasan lewat telepon," ujar RR.

Tak lama setelah itu, atasan korban bersama beberapa rekan kerja lainnya tiba di lokasi. Saat korban mencoba merekam situasi dengan ponselnya, MR diduga semakin emosi dan langsung melakukan penganiayaan.

"Saya merekam situasi di sana, tetapi dia langsung memukul dahi, tangan, dan kaki saya. Sepertinya dia tidak senang karena direkam," ungkap RR.

Setelah kejadian tersebut, korban berhasil diselamatkan oleh rekan-rekannya dan langsung meninggalkan lokasi. Namun, akibat luka yang dialami, RR baru sempat melaporkan insiden ini ke polisi karena kesibukannya bekerja.

"Saya harap laporan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, agar pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," tutupnya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia