Sumsel

Terbakar Emosi, ASN di Musi Banyuasin Tembak Mati Pencuri Sawit, Ajak Anak Buang Jasad Korban

Maman Suparman | 29 Oktober 2025, 17:34 WIB
Terbakar Emosi, ASN di Musi Banyuasin Tembak Mati Pencuri Sawit, Ajak Anak Buang Jasad Korban

AKURAT.CO SUMSEL Aksi nekat dilakukan Muhammad Pajri (45), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Ia menembak mati seorang pria bernama Rocki Marciana, yang diduga kerap mencuri buah sawit di kebunnya.

Jasad Rocki ditemukan warga terbungkus karung di area persawahan tak jauh dari lokasi kejadian, Desa Ngulak III, Kecamatan Sanga Desa, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam rilis kasus di Mapolda Sumsel, Rabu (29/10/2025), Pajri mengaku perbuatannya didorong oleh rasa jengkel dan emosi yang memuncak karena korban disebut telah berulang kali mencuri di kebunnya meski sudah berkali-kali diingatkan.

“Sudah lebih dari dua kali saya maafkan. Dalam sebulan bisa tiga sampai empat kali dia mencuri sawit, tapi selalu saya biarkan pulang. Tapi kali ini saya sudah tidak tahan lagi,” ujar Pajri dengan nada menyesal.

Menurut pengakuannya, saat kejadian Pajri tengah berjaga di kebun sejak sore hari. Ketika melihat korban tengah beraksi, ia langsung menembakkan senapan angin sebanyak tiga kali, hingga korban tewas di tempat.

Namun, yang membuat publik terkejut, Pajri justru mengajak anaknya, TH (16), yang masih pelajar, untuk membantu membuang jasad korban ke area persawahan agar tidak ditemukan.

“Saya ajak anak saya karena bingung dan panik setelah kejadian. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi,” ucap Pajri.

Baca Juga: Mulai 2026, Tunjangan ASN Pemkot Palembang Dipangkas 12,5 Persen Demi Efisiensi Anggaran

Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Tri Wahyudi membenarkan bahwa pelaku adalah ayah dan anak. Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam pasal berlapis.

“Benar, pelaku adalah bapak dan anak. Mereka dijerat Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tegas Tri.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Musi Banyuasin AKP M. Ahfi Arbianto menambahkan bahwa Pajri sempat menunggu di kebun sejak pukul 15.00 WIB sebelum akhirnya memergoki korban di malam hari.

“Korban ditembak dua kali, di bagian pangkal paha dan lengan, menggunakan senapan angin,” jelas Ahfi.

Sebelumnya, korban Rocki Marciana dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 18 Oktober 2025, dan baru ditemukan empat hari kemudian dalam kondisi tidak bernyawa. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia