Polisi Probolinggo Bunuh Mahasiswi UMM, Hubungan Personal hingga Harta Diduga Jadi Motifnya

AKURAT. CO SUMSEL - Anggota kepolisian Resor Probolinggo, Jawa Timur, Brigadir Polisi Kepala (Bripka AS) diduga terlibat pembunuhan.
Korban adalah mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bernama Faradina Amalia Najwa atau FAN (21) yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan polisi guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga: Penantian 15 Tahun Berakhir, Anime 'Psyren' Garapan Studio Satelight Segera Hadir
Berikut adalah rangkuman beberapa fakta terkait pembunuhan mahasiswi UMM Malang.
Kronologi Penemuan Jasad FAN
Jasad FAN pertama kali ditemukan di parit tepi jalan Desa Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (16/12/2025) pagi oleh warga setempat yang hendak pergi ke sawah.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Shampo Anti-Rontok yang Wajib Masuk Daftar Belanja Anda Bulan Ini
Ia ditemukan dengan kondisi masih mengenakan helm namun tubuhnya tak bergerak.
Warga tersebut lalu memanggil warga lain sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Petunjuk Awal Indikasi Pembunuhan
Baca Juga: Tinjau Posko Palembayan, Prabowo Pastikan Percepatan Pemulihan Bencana di Sumatera Barat
Setibanya di lokasi, polisi langsung memeriksa jasad FAN yang ditemukan dalam posisi kepala di bawah dan kaki di atas serta berada di dasar sungai tanpa terseret air.
Kondisi ini menjadi petunjuk awal adanya indikasi pembunuhan dalam kasus ini.
Menunggu Hasil Autopsi
Baca Juga: Klasemen Sementara SEA Games 2025: Indonesia Bertahan di Peringkat 2 dengan 62 Medali Emas
Jenazah FAN lalu dilarikan ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, Pasuruan untuk menjalani autopsi karena belum ditemukan tanda kekerasan senjata tajam maupun senjata api.
Namun, untuk kemungkinan luka akibat benda tumpul masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan medis mendalam.
Desas desus Dugaan Pembunuhan Mencuat di Kampung Halaman
Baca Juga: Lagi, Sutradara Avatar James Cameron Digugat Pelanggaran Hak Cipta untuk Kedua Kalinya
Sementara itu, di kampung halaman FAN di Desa Tiris, Kabupaten Probolinggo beredar desas desus mahasiswi UMM tersebut menjadi korban pembunuhan.
Adapun terduga pelakunya adalah kakak ipar korban yang juga merupakan anggota kepolisian Probolinggo, Bripka AS.
Terkait motif, muncul berbagai asumsi di kalangan warga sekitar.
Baca Juga: Trump Larang Warga dari 38 Negara Ini Masuk AS Mulai 2026, Indonesia Termasuk?
Mulai dari hubungan personal antara terduga pelaku dan korban hingga soal harta.
Namun, hingga kini polisi masih belum memastikan karena masih dalam proses penyelidikan.
Sementara itu, berdasarkan keterangan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur Komisaris Besar Jules Abraham Abast, dugaan pelaku pembunuhan FAN mengarah kepada Bripka AS setelah tim Jatanrans melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi.
Baca Juga: Masuki Puncak Musim Hujan, Sebagian Sumsel Diintai Potensi Hujan Es
Baik yang menemukan korban pertama kali maupun keluarga korban serta pengumpulan barang bukti.
Diduga Ada Pelaku Lain
Terduga pelaku pembunuhan, Bripka AS telah ditangkap dan diamankan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Disbudpar Sumsel Targetkan Kunjungan Wisata Nataru Naik 50 Persen di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem
Bripka AS ditangkap di RS Bhayangkara Pusdik Brimob, Pasuruan pada Selasa (16/12/2025) saat melihat jenazah korban.
Saat ini tim Jatanras juga masih memburu pelaku lain yang diduga turut terlibat dalam pembunuhan mahasiswi semester dua tersebut.
Sementara itu, terkait motif dan penyebab kematian korban masih didalami oleh tim Jatanrans.
Selain pidana, polisi juga memastikan terduga pelaku yang merupakan anggota polisi akan diproses secara kode etik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









