Sumsel

Guru di SMAN 16 Palembang Dianiaya Rekan Seprofesi, Berawal dari Cekcok Soal Berkas Sertifikasi

Maman Suparman | 18 Oktober 2025, 14:52 WIB
Guru di SMAN 16 Palembang Dianiaya Rekan Seprofesi, Berawal dari Cekcok Soal Berkas Sertifikasi

AKURAT.CO SUMSEL Dunia pendidikan di Palembang kembali tercoreng oleh peristiwa memilukan.

Seorang guru berstatus aparatur sipil negara (ASN) di SMAN 16 Palembang, Yuli Nuriza, melapor ke Polsek Sako usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh rekan seprofesinya yang berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) berinisial SR.

Peristiwa itu terjadi di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Lebak Murni, Kecamatan Sako, Palembang, pada Rabu (15/10/2025).

Ironisnya, aksi kekerasan tersebut terjadi di area sekolah, tempat yang seharusnya menjadi ruang pembelajaran dan keteladanan.

Akibat kejadian itu, Yuli mengalami pembengkakan di kepala setelah diduga dibenturkan ke dinding. Ia sempat dirawat intensif di RSK Hospital Kenten sebelum akhirnya membuat laporan resmi ke Polsek Sako dengan tuduhan penganiayaan berat.

“Saat itu saya hendak mengembalikan berkas sertifikasi ke operator sekolah. Tapi operator menolak karena sehari sebelumnya kepala sekolah memarahinya. Saat saya keluar ruangan, SR datang dan langsung menampar pipi saya lalu membenturkan kepala saya ke dinding. Semua terekam CCTV,” ungkap Yuli, Jumat (17/10/2025).

Keributan itu sempat mengundang perhatian guru lain yang langsung melerai. Namun Yuli meyakini persoalan tersebut bukan semata karena urusan administratif.

Baca Juga: Pekerja Bengkel Las di Palembang Tewas Diduga Tersengat Listrik saat Bekerja

Ia menuturkan, hubungan dengan SR sudah memburuk sejak SR dan kepala sekolah diperiksa Inspektorat, dan dirinya diduga menjadi pihak yang melaporkan mereka.

“Padahal saya tidak pernah melaporkan mereka. Tapi sejak itu SR selalu bersikap tidak baik kepada saya,” ujarnya.

Yuli berharap laporannya segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. “Saya hanya ingin keadilan ditegakkan. Saya tidak mau kejadian seperti ini terulang di lingkungan sekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Sako AKP Makmun Nartawinata melalui Kanit Reskrim AKP Apriansyah membenarkan adanya laporan tersebut.

“Benar, laporan sudah kami terima pada Rabu kemarin dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan,” katanya. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia