Sumsel

Video Wanita Diduga Korban Pencopetan di Monpera Palembang Viral, Polisi Belum Terima Laporan

Maman Suparman | 30 Juni 2025, 21:00 WIB
Video Wanita Diduga Korban Pencopetan di Monpera Palembang Viral, Polisi Belum Terima Laporan

AKURAT.CO SUMSEL Sebuah video berdurasi 31 detik yang menampilkan seorang wanita berteriak "copet, copet, copet" di sekitar Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera), Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang, viral di media sosial.

Insiden yang diduga merupakan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) atau pencopetan ini terjadi pada Sabtu (21/6/2025) siang.

Dalam video yang diunggah akun Instagram Palembangnews1, terlihat seorang wanita yang belum diketahui identitasnya berteriak histeris, mengindikasikan bahwa ia menjadi korban pencopetan, diduga di dalam mobil angkutan kota.

Menanggapi kehebohan di media sosial, Kapolsek Ilir Barat (IB) 1 Palembang, AKP Ricky Mozam, menyatakan bahwa anggotanya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penelusuran.

Baca Juga: 400 Ribu UMKM di Sumsel, Hanya 138 Ribu Punya NIB

"Hasil mendatangi TKP, anggota kami sudah menanya-menanyakan. Namun warga sekitar tidak mengetahui ada seorang wanita yang diduga menjadi korban copet di dalam sebuah mobil angkot tersebut," kata Ricky Mozam melalui sambungan telepon seluler, Senin (30/6/2025).

Ricky Mozam juga mengklarifikasi bahwa kejadian yang terekam dalam video tersebut bukan insiden baru-baru ini, melainkan telah terjadi pada 21 Juni 2025.

"Itu kejadian sudah lama pada tanggal 21 lalu. Tapi video ini baru diviralkan di akun medsos Instagram," ujarnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian menegaskan bahwa belum ada laporan resmi dari korban terkait dugaan pencopetan di lokasi tersebut.

"Anggota kami belum menerima laporan dari korban copet di TKP itu," tutup AKP Ricky Mozam.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia